Turnamen Bal Plastik Telurkan Banyak Pemain Profesional

Joko menunjutkan tropy hasil mengikuti turnament bal plastik. (Fxh)

YOGYA, KRJOGJA.com - Turnamen sepak bola plastik atau bal plastik di Yogyakarta ternyata banyak melahirkan pemain sepak bola profesional. Sebut saja Dedi Setiawan (timnas, PSIM, PSS), Fajar Listyantoro (eks PSS,PSIM), Oni Kurniawan (eks PSS) hingga Topas Pamungkas, Ardiyanto Wahyu dan Harminanto (eks PSIM) ternyata dibesarkan dari turnamen sepakbola Bal Plastik yang hits di periode 90-an dan 2000-an. 

Hal tersebut menunjukkan salah satu manfaat bal plastik yang saat ini tak bisa lagi ditemukan di wilayah Yogyakarta. KRjogja.com sempat mengobrol dengan Fajar Listyantoro yang dulu sempat merasakan asyiknya turnamen bola plastik pada 1994-1996 lalu. 

Eks gelandang PSS ini mengisahkan euforia bal plastik kala itu benar-benar mampu membuatnya semakin jatuh cinta dengan sepakbola. "Penontonnya pasti banyak, main di turnamen apapun kalau bal plastik itu ya menyenangkan. Saya masih anak-anak sekitar 12 tahun jadi senang sekali dilihat banyak orang,” ungkap Fajar ketika berbincang Selasa (19/6/2018). 

Kesenangan bermain bal plastik menurut dia akan semakin bertambah manakala tim yang dibelanya meraih gelar juara. “Kalau juara dulu pasti hadiahnya dibagi-bagi ya bisa tambah uang jajan. Kebetulan dulu Okinawa selalu juara, jadi bisa mengumpulkan uang jajan dari situ,” kenangnya tersenyum. 

Baca Juga : 
Yogya Dulu Punya Turnamen Sepakbola 'Cekeran' yang Melegenda
Turnamen Pakualaman “Liga Champion” Bal Plastik Yogya

Meski saat ini masa sudah berubah, Fajar berharap turnamen bola plastik bisa kembali diadakan paling tidak dari kampung ke kampung. Tujuannya, sebagai wadah kegiatan positif anak-anak sekaligus meningkatkan jiwa sportivitas yang dirasa banyak hilang karena maraknya kasus kekerasan. 

“Kalau saya pribadi berharap semoga tetap ada, karena kalau dari kampung ke kampung harapannya bisa memberikan pengalaman positif pada anak-anak. Kalau mereka besar bisa membawa semangat sportivitas karena punya basis olahraga. Tapi ya mungkin sulit diwujudkan karena sekarang masanya beda, gadget,” imbuh adik kandung pelatih PSS, Seto Nurdiantoro ini. (Fxh)

Tulis Komentar Anda