Turnamen Pakualaman “Liga Champion” Bal Plastik Yogya

Yosep Antonius Joko Purwanto menunjukan piala-piala hasil pertandingan bal plastik. (Fxh)

YOGYA, KRJOGJA.com - Puluhan klub bal plastik mulai berdiri di seantero kampung wilayah DIY pada era 90-an. Namun, hanya 16-32 tim yang kemudian terpilih menjadi terbaik dan bisa tampil di turnamen-turnamen bergengsi di DIY. 

Namun, dari semua turnamen ternyata yang menduduki kasta teratas dan semua anak berkeinginan main adalah Pakualaman Cup dan Liga Giri Anom yang dilaksanakan di lapangan Sewandanan rutin setiap tahun. Tim-tim seperti Ajag, Reno Muda dan Jurgent menjadi langganan juara yang mungkin bisa diibaratkan sebagai Real Madrid, Barcelona dan Manchester United. 

Turnamen yang diselenggarakan di Pakualaman tersebut bahkan disebut sebagai “Liga Champion” bal plastik di Yogyakarta. Tim-tim berusaha menampilkan permainan terbaik untuk bisa membawa pulang trophy bergengsi yang sebenarnya dipesan dari pusat piala Jalan Mas Suharto Suryatmajan. 

“Kalau Pakualaman itu turnamennya ada dua yakni Pakualaman Cup dan Liga Giri Anom. Itu paling bergengsi dan benar-benar jadi rebutan tim yang ikut. Semua pasti berlomba cari pemain dari SSB dan meracik strategi saling mengalahkan saat bermain di sana,” kenang Yosep Antonius Joko Purwanto warga Jagalan yang juga pelaku bal plastik. 

Sebenarnya saat periode 90-an hingga 2000-an awal, di Yogyakarta banyak sekali turnamen bal plastik yang sangat seru. Pakualaman Cup dan Liga Giri Anom, Pathuk Cup, Minomartani Cup, Suryoputran Cup (Alun-Alun Selatan), Kids Fun Cup, Brimob Cup, Mrican Cup, Nologaten Cup dan masih banyak yang lainnya menjadi contoh betapa besar euforia sepakbola plastik di bumi Yogyakarta. 

Baca Sebelumnya : Yogya Dulu Punya Turnamen Sepakbola 'Cekeran' yang Melegenda

“Dulu anak-anak yang main usia 12 tahun itu sudah punya fans kalau main, ditunggu-tunggu tidak hanya anak-anak perempuan tapi bahkan bapak-bapak dan ibu-ibu. Seperti sudah jadi hiburan masyarakat,” kenang Joko. 

Pernyataan Joko sendiri dikuatkan dengan pengalaman salah seorang mantan pemain profesional Fajar Listyantoro yang dulu memulai sepakbola dari turnamen bal plastik dan memperkuat tim Okinawa (Purwokinanti). Fajar sendiri menceritakan sempat bermain di turnamen bal plastik periode 1994-1996 saat masih SD. 

“Luar biasa sekali ketika main misalnya di Pakualaman, penontonnya pasti penuh. Kami masih anak-anak dapat atmosfer menarik saat sepakbola, kalau dibilang ya Liga Championnya bal plastik di Yogya, jadi semangat sekali waktu itu,” kenang Fajar saat berbincang dengan KRjogja.com. (Fxh)

Tulis Komentar Anda