Gempa 4,5 SR Rusak Puluhan Rumah di Sumenep, Ini Sebabnya

Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan gempa berkekuatan 4,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur pada, Rabu (13/6/2018) sekira pukul 20.06 WIB tidak berpotensi tsunami.

"BMKG melaporkan episenter gempa di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep, Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (14/6/2018).

Sutopo mengungkapkan, gempa berjenis intraplate tersebut terjadi selama 5 detik. Saat itu masyarakat tengah melangsungkan Salat Tarawih akibatnya warga pun berhamburan panik.

"Gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal," tuturnya.

"Gempa dirasakan kuat selama 5 detik. Masyarakat berhamburan panik ke luar rumah dan bangunan. Guncangan gempa dirasakan naik turun disertai dengan bangunan yang rusak," sambungnya.

Sutopo menambahkan, sejumlah wilayah yang merasakan guncangan gempa yakni di Kecamatan Batu Putih meliputi Desa Bulaan, Desa Batu Putih Laok, Desa Bantelan, Desa Sergeng, dan di Kecamatan Dasuk di Desa Dasuk Timur. (*)

 

 

Tulis Komentar Anda