DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 13 Juni 2018 / 20:37 WIB

Muhammadiyah Serukan Khatib Salat Id Tebar Kedamaian

YOGYA, KRJOGJA.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyrukan agar khatib salat Id, menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menebar  kedamaian, persaudaraan, kemajuan, dan mencerahkan. Para khatib dan mubalig hendaknya menyampaikan khutbah dan ceramah yang berisi ajakan agar umat Islam senantiasa berusaha melanjutkan amal shalih selama bulan Ramadan secara lebih baik, meningkatkan ketaqwaan dengan berbuat ihsan, meningkatkan soliditas dan solidaritas sosial, serta memelihara kerukunan dan persatuan umat dan bangsa.

Hal itu diungkap Dr Haedar Nashir, Rabu (13/06/2018) dalam seruan menyambut Salat Idul Fitri 1439H. Seruan pers Nomor 74/Per/I.0/E/2018 tentang Idul Fitri 1439H ditandatangani Ketua Umum Dr Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Dr Abdul Mu’ti terkait Idul Fitri 1439 H jatuh pada hari Jumat Legi 15 Juni 2018 M.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, Ijtimak jelang Syawal 1439 H terjadi pada hari Kamis Kliwon 14 Juni 2018 pukul 02:45:53 WIB. Dalam seruan itu Muhammadiyah juga mengingatkan para khatib dan mubalig agar tidak menjadikan khutbah dan ceramah sebagai ajang kampanye dan propaganda politik praktis.

Jangan menyampaikan materi yang berpotensi menimbulkan kontroversi dan disharmoni sosial, politik, dan agama baik intern maupun antarumat beragama. Dalam penggunaan  media sosial  Muhammadiyah meminta masyarakat semakin cerdas, dewasa, dan berkeadaban.

“Gunakan media sosial sebagai ajang silaturahim, peduli dan berbagi, dan mengembangkan pengetahuan. Untuk itu, jauhi hal-hal yang menyebabkan kebencian, dusta, dan permusuhan agar kehidupan di masyarakat tetap terjaga dengan damai dan rukun. Mari, bersama kita melaksanakan ibadah yang tenang, aman, dan tertib. Masyarakat hendaknya  bersilaturrahim dengan saling mengunjungi dan kerelaan memaafkan untuk meningkatkan harmoni, kerukunan, persatuan, dan persaudaraan umat dan bangsa,” tambahnya. (Fsy)