UMS Targetkan Masuk Peringkat Dunia

Istimewa

SOLO, KRJOGJA.com - Terlempar dari posisi 10 besar rangking perguruan tinggi dunia versi Quacquarelly Symonds (QS), jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) langsung merapatkan barisan guna memperbaiki diri. Salah satu fokus yang segera dikerjakan adalah mendongkrak reputasi riset dan penulisan jurnal.

"Kami sudah menggelar rapat dengan para wakil rektor untuk menyiapkan strategi. Setelah libur Lebaran langsung jalan," kata Dr Sofyan Anief MSi, rektor UMS, Sabtu. Salah satu strategi yang dimiliki menjalin kerjasama dengan scopus untuk memberikan asistensi dalam penulisan jurnal para dosen UMS.

Dari langkah itu, lanjut Sofyan Anief, sedikitnya dalam sekitar 6 bulan ada peningkatan 100 karya dosen yang terpublikasi di jurnal terindeks sxopus. Untuk merealisir kerjasama itu UMS menyiapkan dana sekitar Rp 2,3 milyar. "Lewat bimbingan dari scopus kami berharap enam bulan ke depan UMS bisa kembali masuk 10 besar rangking QS"

Capaian ranking dunia, bagi UMS sangat dibutuhkan karena berpengaruh terhadap animo mahasiswa. Memang untuk mencapai itu  sangat berat bagi PTS. Karena tidak ada subsidi dari pemerintah. Sementara PTN mendapat subsidi untuk mencapai World Class University. "Kami baru mencoba mengajukan surat untuk mendapatkan subsidi."

Yang membuat UMS tereliminasi dari rangking 10 besar QS selain menyangkut reputasi akademik dalam publikasi terindeks scolus yakni tingkat keterserapan lulusan di lapangan kerja. Keterserapan ini, kata Sofyan Anief, juga harus sesuai dengan ilmu dan profesi yang ditekuni.

Masalah keterserapan ini juga segera dievaluasi dan diperbaiki. Menurutnya, sebenarnya lulusan UMS relatif mudah terserap di lapangan kerja. "Kami akan mendata lagi melalui alumni," tambahnya. (Qom)

Tulis Komentar Anda