Peristiwa Agregasi    Selasa, 12 Juni 2018 / 19:41 WIB

Jadi Anggota DK PBB, Ini Kata Presiden Jokowi

BOGOR, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, kondisi negara yang demokratis menjadi salah satu faktor penting dalam keterpilihan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB dengan berhasil memperoleh kemenangan sebesar 144 suara dari 190 negara anggota PBB dalam sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Kondisi dalam negeri Indonesia yang demokratis, stabil dan damai. Kondisi dalam negeri Indonesia seperti ini memiliki kontribusi yang besar dalam pemenangan ini," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).

Kepala Negara menjelaskan, faktor lain keterpilihan Indonesia jadi anggota tidak tetap DK PBB lantaran rekam jejak dan kontribusi diplomasi Indonesia yang turut menjaga perdamaian dunia.

Selain itu, lanjut Jokowi, independensi politik luar negeri Indonesia, serta netralitas politik luar negeri juga menjadi faktor pemicu keterpilihan Indonesia dengan perolehan suara yang sangat signifikan tersebut.

"Peran Indonesia dalam menjembatani perbedaan yang ada termasuk negara-negara yang sedang dilanda konflik (juga menjadi faktor kemenangan)," tegasnya.

Seperti diketahui, Indonesia telah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Setelah terpilih menajadi anggora DK PBB tersebut, pemerintah melalui Menlu Retno Marsudi menyatakan akan bekerja keras untuk mempertahankan dan membangun perdamaian dunia dengan mencegah konflik di kawasan ataupun ranah global. (*)