DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 12 Juni 2018 / 15:47 WIB

Menguji Ketangguhan Pemerintah Lebaran Tahun Ini

HARI Raya Idul Fitri pada tahun ini, terasa akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kemungkinan akan banyak keluarga yang berkumpul merayakannya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal terjadi karena adanya cuti bersama yang cukup panjang pada tahun ini. Sehingga PNS dan karyawan swasta bisa mudik ke kampung halaman dengan waktu yang lebih lama. Disamping itu, bagi yang tidak mudik, memiliki waktu yang panjang untuk menikmati liburan dengan berwisata di sejumlah tempat.

Menurut Anggota DPR RI dari Dapil DIY, H Agus Sulistiyono SE MT, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan dengan dampak panjang dari cuti bersama, sehingga pemudik lebih banyak, yakni meningkatkan belanja masyarakat di daerah, seperti di DI Yogyakarta. Para pemudik datang dengan membawa banyak uang, untuk kemudian dibelanjakan di Yogyakarta. Sedangkan bagi keluarga, juga membutuhkan bahan sembako lebih banyak untuk menyambut para keluarga yang datang dengan jamuan yang istimewa dan tidak mengecewakan.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Kecenderungan ini, meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan sandang, akan mendorong peningkatan harga. Terlebih saat ini para PNS, baik yang mudik maupun tidak, memiliki keleluasaan untuk berbelanja karena mendapatkan tambahan penghasilan. Jika peningkatan permintaan tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah, maka harga-harga kebutuhan pokok bisa naik, bahkan melambung.

 

Adanya kenaikan harga daging ayam misalnya, sudah menunjukkan indikasi meningkatnya permintaan kebutuhan pokok masyarakat yang kurang diimbangi dengan suplay. "Saya berharap pemerintah, termasuk di daerah bertindak cepat mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok ini. Sehingga tidak membuat masyarakat biasa terbebani dengan keadaan ini," ujar Agus Sulistiyono yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) DIY.

Perhatian pemerintah menjadi penting, karena ada bagian masyarakat lainnya yang tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13. Mereka bisa terkena dampak kurang baik akibat kebijakan pemberian THR dan gaji ke-13 tersebut, yakni kenaikan harga sebagai dampak meningkatnya permintaan yang didorong peningkatan penghasilan. "Jangan sampai keinginan pemerintah untuk memberikan perhatian pada PNS dan karyawan swasta, justru membawa dampak kurang baik pada kelompok masyarakat lainnya," ujar mantan Wakil Ketua DPRD DIY.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan pemerintah, yakni ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).  Keberadaan SPBU menjadi sangat strategis, terutama bagi pemudi. Jangan sampai ketersediaan BBM di SPBU tidak mencukupi, sehingga bisa membuat pemudik terganggu perjalanannya. "Untuk kelancaran dalam mudik, peran radio antar penduduk menjadi penting sebagai sarana memperoleh informasi," ujar Ketua Umum Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

Demikian pula dengan ketersediaan energi untuk rumah tangga. Keberadaan elpiji jangan sampai langka. Pertaminan harus tanggap, dengan meningkatkan suplai elpiji di masyarakat. Bagaimanapu, dalam mengdapi lebaran, masyarakat, khususnya kaum muslimin bisa merayakannya dengan hati tenang, tanpa kalau akibat ketidaklancaran suplay. (*)