Peristiwa Editor : Ivan Aditya Selasa, 12 Juni 2018 / 14:51 WIB

Ratusan STNK dan BPKB Disita dari Biro Jasa Nakal

BANTUL, KRJOGJA.com - Penyidik Reskrim Polsek Piyungan Bantul Polda DIY menyita ratusan STNK dan puluhan BPKB dari sebuah biro jasa pengurusan pajak tahunan, balik nama serta mutasi di Jalan Wonosari Km 13 Sandeyan Srimulyo Piyungan Bantul. Penyitaan dilakukan setelah Ridwanudin warga Patuk Gunungkidul melapor ke Polsek Piyungan setelah dirugikan setelah proses pengurusan berkas surat kendaraannya tidak kunjung selesai akhir tahun lalu.

Dalam kasus itu itu penyidik sudah menetapkan Sh (49) warga Srimulyo sebagai pemilik biro jasa sebagai tersangka utama. Kapolsek Piyungan Kompol Is Purwanto SH didampingi Wakapolsek Piyungan, AKP Suharyanta SH mengatakan setelah mendapat laporan masyarakat, petugas langsung melakukan penyelidikan di lapangan dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Setelah itu polisi juga memeriksa terlapor terkait dengan laporan warga. Kepada  penyidik Sh mengakui, sejak tahun 2010 membuka biro jasa pengurusan pajak, balik nama serta mutasi kendaraan. Namun sejak akhir 2017 usahanya mulai tidak goyah dengan berbagai macam penyebab.

"Mulai akhir tahun 2017 tersangka mulai menemui hambatan, sehingga banyak berkas gagal diproses. Setelah kami cek ditemukan 73 BPKB serta 132 STNK, semua sudah kami sita sebagai barang bukti," ujar Is Purwanto.

Selama menjalankan usaha biro jasa perpanjangan, mutasi, balik nama dan pajak tahunan tersangka menjalankan aksinya di empat kabupaten maupun kota di DIY. Sementara terkait dengan tarip jasa, ditentukan oleh jenis kepengurusannya. "Sudah kami data total kerugian akibat biro jasa yang dijalankan oleh tersangka kerugian mencapai Rp 70 juta," ujar Is Purwanto di ruang kerjanya, Selasa (12/06/2018).

Sementara Panit Reskrim Polsek Piyungan Ipda Jamingan SH menambahkan, kasus tersebut mencuat ke permukaan setelah warga melapor dirugikan oleh tersangka. Pada awalnya tersangka hanya membuka jasa bengkel radiator dan foto copy di depan Bank BPD Piyungan. Karena banyak warga memfoto copy untuk keperluan pajak kendaraan akhirnya tahun 2010 terbersit ide membuka biro jasa. Sejak saat itu ada ratusan orang minta dibantu dalam proses pengurusan pajak, mutasi hingga balik nama.

"Sejak tahun 2010 membuka biro jasa dan semua lancar, keadaan mulai sulit akhir 2017. Sejak saat itu ada ratusan berkas milik warga yang dibawanya tidak selesai," ujar Sh.

Berkas yang akan diselesaikan mayoritas berasal dari Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta. Karena semua proses tidak selesai akhirnya berkas ditarik dan disimpan di rumahnya.  "Berkas yang sekarang belum selesai masuk ke saya  sejak tahun 2017," ujarnya. (Roy)