Alhamdulillah..Penyandang Disabilitas Bisa Nyoblos Duluan

Sosialisasi dan simulasi pencoblosan bagi kalangan difabel. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR, KRjogja.com - Sebanyak 1.500-an calon pemilih dari kalangan difabel bakal mendapat kemudahan saat pemungutan suara Pilkada serentak, 27 Juni mendatang. Satu diantaranya didahulukan mencoblos.

“Difabel enggak pelu antre. Mereka akan dipandu petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) untuk mencoblos duluan,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Budi Sukramto usai sosialisasi dan simulasi coblosan di SLB Cangakan, Selasa (12/6).

Perlakuan istimewa tersebut masuk dalam buku panduan KPPS dan ditekankan pada bimbingan teknis penyelenggara pemilu. Perlakuan lainnya menyesuaikan jenis keterbatasan penyandang disabilitas. Dalam hal ini, KPPS mutlak mengenali calon pemilih di TPS-nya. KPU juga menyiapkan bukti kesanggupan pendamping membantu difabel memberikan suaranya melalui formulir C3.

“Mungkin bisa memberi tanda agar tuna rungu tahu ia dipanggil, dengan cara menepuk bahu. Untuk itulah KPPS direkrut dari warga setempat. Setiap penyandang disabilitas akan ditanyai dulu apakah bisa mencoblos sendiri ataukah membutuhkan pendampingan?” katanya.

Pada Pilgub Jawa Tengah dan Pilbup Karanganyar yang digelar serentak terdapat 681.477 calon pemilih masuk daftar pemilih tetap (DPT). Dari jumlah tersebut sekitar 1.500 diantaranya penyandang disabilitas.

Sementara itu dalam sosialisasi di SLB Cangakan, KPU menyimulasikan tahapan pencoblosan. Dimulai sambutan ketua KPPS, kemudian pemanggilan nama dan pencocokan identitas atau surat undangan memilih. Tahapan selanjutnya pemberian surat suara Pilgub dan Pilbup. Petugas KPPS tampak sigap membantu calon pemilih yang kesulitan berjalan dan naik ke pelataran. Bagi tuna netra disediakan template. Setelah mencoblos, kemudian pemilih mencelupkan jarinya ke kotak tinta sebagai tanda prosesnya selesai.

“Saya sudah tiga kali mencoblos di Pilbup Karanganyar. Tidak ada kendala. Kebetulan coblosan pertama dan kedua di rumah saya dan terakhir di rumah pak RT. Asalkan alasnya datar, tidak sulit menjangkau bilik suara,” kata penyandang disabilitas asal Ocak-Acik Rt 02/Rw I Desa Jati, Jaten, Joko Priyono.

Ia mengaku siap membantu menyosialisasi ke penyandang disabilitas lainnya perihal pemungutan suara. Hanya saja, KPU diminta lebih jeli memetakan penyandang disabilitas supaya semua terfasilitasi.

“Di kampung saya ada dua tuna netra. Satu sudah meninggal. Pada pemilu kemarin, di TPS kami tidak tersedia template,” katanya. (Lim)

 

 

Tulis Komentar Anda