4 Diet Paling Aneh Didunia, Boleh Merokok Salahsatunya!

Ilustrasi. Foto: Dok

SEBAGIAN orang rela melakukan berbagai cara demi mendapatkan tubuh yang langsing dan ideal. Termasuk menjalani program diet ekstrem yang terkadang sangat menyiksa tubuh dan juga mental.

Namun tahukah Anda, sebelum kita mengenal produk makanan yang mengandung lemak sehat, protein, dan antioksidan, orang-orang zaman dulu ternyata kerap menjalankan program diet yang sebetulnya tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak sesuai dengan anjuran dokter.

Uniknya, di zaman modern seperti saat ini, program diet tersebut masih sering dilakukan oleh sejumlah orang karena dianggap ampuh menurunkan berat badan mereka. Berikut Okezone rangkumkan 4 diet teraneh sepanjang masa yang wajib Anda ketahui, sebagaimana dilansir dari The Daily Meal.

Rokok

Meski diet ini telah ditinggalkan sejak puluhan tahun lalu, namun ternyata masih ada beberapa orang yang mencoba mengganti menu makanan mereka dengan sesuatu yang mereka pikir lebih sehat. Salah satunya adalah rokok.

Ide diet tersebut berawal dari salah satu iklan produk rokok ternama yang menjual slogan-slogan seperti, “Raihlah keuntungan daripada mengonsumsi makanan manis”.

Tren iklan seperti ini kemudian diikuti oleh merek-merek rokok lainnya, hingga membuat Standford University membuat sebuah situs khusus yang didedikasikan untuk mengumpulkan arsip dari semua iklan rokok yang diklaim “menyehatkan” tersebut.


Daging

Di zaman sekarang, daging selalu diidentikkan sebagai salah satu makanan tidak sehat yang dapat memicu kenaikan berat badan. Namun tahukah Anda, pada tahun 1930-an, daging dianggap sebagai makanan sehat yang dipercaya dapat menjaga postur tubuh agar tetap langsing dan ideal.

Hal ini dibuktikkan dari banyaknya buku-buku resep yang mengklaim bahwa daging termasuk makanan sehat dan dapat dikonsumsi untuk berbagai kegiatan. Salah satunya adalah buku berjudul “Meat for Every Occasion: A Collection of Tested Recipes and Pertinent Facts About the Value meat in the Diet”.

Diet ini sebetulnya telah mendapatkan persetujuan dari para dokter, tepatnya pada tahun 1934 ketika seorang dokter dari Universitas Johns Hopkins tengah mengembangkan obat untuk para penderita diabetes. Lalu bagaimana cara kerjanya?

Diet ini mengharuskan seseorang untuk mengonsumsi enam buah pisang dan tiga sampai empat gelas susu setiap hari selama dua minggu berturut-turut. Dengan kata lain, selama menjalani program diet, Anda hanya diperbolehkan mengonsumsi protein nabati dan hewani.

The Prayer Diet

Salah satu program diet paling populer di tahun 1950-an adalah “The Prayer Diet” (diet doa). Yang perlu Anda lakukan cukup berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk menurunkan berat badan Anda.

Memang terdengar mustahil, namun Pendeta Charlie Shedd mengklaim bahwa ia berhasil menurunkan berat badan hingga 45 kg setelah menjalankan diet tersebut. Ia kemudian menulis sebuah buku berjudul Pray Your Weight Away pada tahun 1957, dan dalam waktu singkat menjadi salah satu buku terlaris di masanya. (*)

 

Tulis Komentar Anda