Peristiwa Editor : Ivan Aditya Selasa, 12 Juni 2018 / 00:17 WIB

Grombolan Klitih Pembacok Siswa SMP Ternyata Geng Pelajar

YOGYA, KRJOGJA.com - Pelaku pembacokan terhadap Alif Rakhan (16) siswa yang baru lulus dari bangku SMP saat berada di depan warung burjo kawasan Jalan Kapten Piere Tendean Yogyakarta ternyata merupakan angota gerombolan geng palajar. Para tersangka yang berjumlah tiga orang itu dengan sadis membacok korban menggunakan pedang dan sabit lantaran mengira remaja tersebut merupakan anggota geng pelajar musuh mereka.

“Dari kelompok mana kami tidak tahu. Yang jelas (para tersangka) dari kelompok pelajar,” ungkap Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Sutikno di mapolresta setempat, Senin (11/06/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Baca juga :

Motif Pelaku Bacok Mahasiswa UGM Hingga Tewas Karena Balas Dendam

Pembunuh Mahasiswa UGM Dijerat Pasal Penganiayaan

Grombolan Klitih Kembali Beraksi, Pelajar Dibacok

Motif gerombolan klitih ini melakukan penganiayaan terhadap korban karena memiliki dendam dengan para anggota Geng Respect (nama gerombolan pelajar yang sering nongkrong di kawasan Jalan Kapten Piere Tendean). Seminggu sebelum kejadian salah satu anggota kelompok para tersangka ini dianiaya oleh remaja yang mengaku dari Respect.

“Para pelaku mendatang TKP (tempat kejadian perkara) dan mengira korban merupakan anggota dari kelompok itu lalu menganiayanya. Ditemukan fakta lain bahwa salah satu tersangka juga meminta dan menguasai ponsel milik korban,” jelas Sutikno.

Dua hari usai kejadian Polisi berhasil mengamankan sekitar delapan remaja. Setelah melalui proses introgasi akhirnya petugas menetapkan tiga pelajar sebagai tersangka dalam kasus yang terjadi pada Kamis (07/06/2018) dini hari itu.

Ketiganya yakni DM (19) pelajar SMA kelas II warga Umbulharjo berperan membacok kaki korban dan merampas ponsel serta DZ (17) pelajar kelas II SMK warga Gondomanan bertindak sebagai eksekutor yang membacok tangan korban. Selain itu ada pula YG (19) pelajar SMA kelas II warga Umbulharjo yang saat kejadian bertugas memboncengkan tersangka DM.

Dari tangan para tersangka ini berhasil diamankan sebilah pedang sepanjang sekitar 80 cm, sebilah sabit dengan panjang kurang lebih 50 cm, ponsel milik korban dan dua unit sepeda motor. Ketiganya akan dijerat dengan pasal 76 C junto pasal 80 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, primair pasal 368 KUHP tentang pemerasan, subsidair pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman kurungan penjara sekitar 10 tahun. (Van)