DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 13 Juni 2018 / 14:45 WIB

Batik Motif Relief Candi Jadi Alternatif Oleh-oleh Lebaran

COBALAH datang ke Dusun Gedang Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Sleman. Anda akan menemukan batik dengan motif yang tidak banyak ditemukan di tempat lain. Ibu-ibu di dusun itu  membuat batik jumput dan batik lukis dengan motif relief candi.

Batik yang merupakan kain khas Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO tersebut kini memiliki beragam motif dan corak. Cara membuatnya juga beragam, tak heran banyak anak-anak maupun remaja baik laki-laki maupun perempuan yang juga merasa bangga ketika memakai batik.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Keberadaan batik juga semakin banyak dan mudah dijumpai, terutama di beberapa objekwisata. Mereka ingin menampilkan ciri khas wilayah atau objek wisata tersebut dari kain maupun baju batik. 

Baca Juga : 

Soto Bathok Mbah Katro dan Entok Slenget Idola Kuliner Sleman
Soto Kadipiro, 90 Tahun Lebih Lezatnya Masih Sama

Relief candi sengaja di pilih sebagai motif batik, karena di sekitar Desa Sambirejo banyak terdapat bangunan candi, salah satunya Candi Ijo yang dalam beberapa waktu terakhir cukup banyak pengunjung. Saat ini ada tiga relief candi yang dijadikan motif utama, yakni Penangkaran, Mutiara Wutah dan Mahkota.

"Total ada 12 relief yang bisa kita buat, namun yang terbanyak tiga relief tersebut. Relief kita gambar dalam kain maupun kaos lalu dilukis dengan kombinasi warna yang menarik," ujar Mujimin salah satu pengrajin batik celup kepada KRJOGJA.com, Senin (11/06/2018).

Sebelumnya masyarakat mendapatkan pelatihan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Seni dan Budaya Yogyakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ternyata batik buatan mereka cukup banyak peminat. Batik-batik ini mereka pasarnya di beberapa objek wisata, salah satunya di Taman Tebing Breksi yang memang lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka.

Selain itu mereka juga pernah ikut dalam pameran. Tak heran jika batik jumput maupun batik lukis kreasi warga Desa Sambirejo tersebut sudah sampai ke beberapa wilayah di seluruh Indonesia.

Untuk harganya beragam, menyesuaikan dengan kain, mofit, jumlah warna serta tingkat kerumitan dalam membuat motif. Untuk kain ukuran 2 m x 115 cm berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. "Kalau kaos juga antara Rp 70 ribu hingga Rp 120 ribu," ungkapnya.

Batik ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga maupun kerabat. Sebab tidak sekedar membeli barang saja. Namun juga bisa belajar dari relief yang dijadikan motif dan secara tidak langsung sudah ikut melestarian kebudayaan bangsa. (Atiek Widyastuti H)