Pembunuh Mahasiswa UGM Dijerat Pasal Penganiayaan

Kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah tidakan kejinya menewaskan korban.

YOGYA, KRJOGJA.com - Polisi menjerat AD (19), pelaku pembacokan yang menewaskan Dwi Ramadhani Herlangga (26) mahasiswa UGM asal Semarang hingga tewas usai membagikan makan sahur di Jalan C Simanjuntak Yogyakarta dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Polisi tak mengancam pelajar tersebut dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan karena dalam penyidikan tersangka tak terbukti berniat untuk menghabisi nyawa korban.

“Niat awalnya bukan untuk membunuh, tetapi menganiaya. Jadi pasal yang dikenakan terhadap tersangka adalah 351 KUHP ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman maksimal selama 15 tahun,” ungkap Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini didampingi Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Sutikno di mapolresta setempat, Senin (11/06/2018).

Baca juga :

Motif Pelaku Bacok Mahasiswa UGM Hingga Tewas Karena Balas Dendam

Polisi Tangkap Pembacok Mahasiswa UGM !

Mahasiswa Tewas Diclurit Usai Bagikan Makan Sahur

Sementara untuk MD (16), pelaku yang mengemudikan motor dan memboncengkan AD saat kejadian dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP junto pasal 56 KUHP. Ancaman kurungan kepada bocah ini sedikit lebih ringan yakni 5 tahun penjara lantaran perannya saat kejadian bukan sebagai eksekutor, melainkan hanya memboncengkan tersangka AD.

Untuk proses hukum terhadap kedua pelaku yang masih berada dibawah ini, Kapolres menegaskan tetap akan mematuhi undang-undang peradilan anak. Namun untuk pasal yang disangkakan tidak akan berubah sesuai dengan peran masing-masing pelaku.

“Mengenai (pelaku) anak sendiri, tetap itu pasal pidananya. Perlakuan penyidikan akan mengikuti undang-undang peradilan anak. Yang membendakan dalam penyidikan, penuntutan hingga peradilan mengikuti undang-undang perlindungan anak,” tegasnya. (Van)

Tulis Komentar Anda