Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 11 Juni 2018 / 23:55 WIB

Tamu Masih Banyak, Penghuni LI Baru Libur H-1 Lebaran

PATI, KRJOGJA.com - Sekitar 300 perempuan yang bekerja sebagai pekerja seks komersial di Lorong Indah (LI) Margorejo terus beraktivitas di bulan Ramadan. Mereka bekerja di 50 rumah induk semangnya. Untuk menyamarkan kegiatan mereka, puluhan 'rumah seks' di kompleks LI Margorejo di berandanya ditempeli kertas pengumuman 'Maaf Libur'.

"Orang mengira jika di dalam rumah tersebut tidak ada aktifitas jasa PSK. Jangan kaget, tetap saja terjadi transaksi jasa PSK," ungkap budayawan Pati, Alman Eko Darmo, Senin (11/6).

"Kami sudah memasang papan pengumuman libur. Tapi kalau anak-anak  menerima pacarnya, kan kami tidak bisa melarang," kata seorang induk semang berdalih.

Pada  bulan puasa 2018 ini, kompleks LI Margorejo buka usaha lima hari setelah puasa pertama. Kemudian untuk menyambut lebaran nanti, mereka baru akan tutup Kamis (14/6). Mereka pulang kampung ke beberapa kota besar. Sehingga pada hari Jumat, mereka bisa berlebaran di rumah masing-masing.

Keberadaan kampung baru LI Margorejo merupakan tempat pelacuran terbesar di Kabupaten Pati, dan di wilayah Pantura Jateng bagian timur.

Beberapa pengunjung mengaku datang ke LI sangat nyaman. Karena minim adanya operasi dari pihak yang berwenang. Kampung Baru LI seolah kota tersendiri di wilayah Kecamatan Margorejo.

Seorang tokoh masyarakat di Pati, Edy Siswanto mempunyai kepedulian terhadap keberadaan LI Margorejo. Dia mengundang ahli jahit, yang kemudian diminta memberikan ketrampilan. "Kita belikan mesin jahit. Sehingga mereka tidak menjadi PSK lagi," ucapnya.

Menurut budayawan Alman Eko Darmo, memberikan ketrampilan kepada penghuni PSK merupakan andil untuk menuju penyelesain kisah kelam hidup mereka. "Jangan hanya bisa mencela, tetapi berilah pertolongan nyata terhadap PSK," tuturnya. (Cuk)