Ekonomi Agregasi    Senin, 11 Juni 2018 / 10:07 WIB

Skema Gross Split Sumbang Penerimaan Negara Rp847 Miliar

JAKARTA, KJOGJA.com - Skema gross split yang diterapkan Pemerintah dalam kontrak bagi hasil minyak bumi dan gas (migas) dipastikan mampu menyumbang keuangan negara sebesar USD63,2 juta atau sekitar Rp847 miliar (asumsi nilai tukar rupiah sesuai dengan APBN 2018 Rp13.400/USD). 

Penerimaan tersebut didapatkan dari pembayaran bonus tanda tangan (Signature Bonus) kegiatan eksplorasi oleh 20 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang diperoleh sebelum kegiatan eksplorasi berlangsung.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

"Tidak perlu diragukan lagi. Kontribusi gross split dari 20 lapangan migas mampu menambah keuangan negara sebesar Rp 847 miliar," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (10/6/2018).

Dari besaran nilai tersebut, blok Jambi Merang merupakan penyokong kas negara terbesar, yaitu USD17.298.000 atau setara dengan Rp231 miliar. Disusul blok Sanga-sanga dan South East Sumatera masing-masing menyumbang USD10.000.000 atau Rp134 miliar. Sementara blok lainnya berkisar antara USD500 ribu hingga USD 1 juta.

Selain Signature Bonus, negara juga berpotensi mendapatkan investasi yang dilakukan oleh kontraktor melalui Komitmen Kerja Pasti. Komitmen ini disepakati untuk peningkatan cadangan dan produksi dalam periode lima tahun pertama yang disetujui SKK Migas.

Secara keseluruh dari 20 blok migas dengan sistem kontrak mendapat komitmen pasti sebesar USD 989.867.000 atau setara Rp 13,2 triliun. Komitmen kerja pasti terbesar ada pada blok Jambi Merang sebesar USD 239.300.000. "Ini komitmen pasti terbesar sepanjang Republik ini. Terima kasih kepada Pertamina," kata Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto. (*)