Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 10 Juni 2018 / 23:54 WIB

Tak Masuk Komponen THR, TPP Boyolali Akan Dinaikkan

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Boyolali telah dicairkan pada 5 Juni lalu, namun tak termasuk Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP). Sebagai gantinya, TPP direncanakan dinaikkan sebesar 25 persen pada APBD Perubahan tahun ini.

"Saya dukung pemerintah untuk menaikkan kesejahteraan ASN. Tapi TPP tak kita berikan dalam THR karena memang belum dianggarkan," kata Bupati Boyolali, Seno Samodro, akhir pekan lalu.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Dasar penghitungan TPP dalam komponen THR juga ia nilai sulit dilakukan, sebab TPP dihitung berdasarkan kinerja bulan terakhir.

Selain menaikkan TPP sebesar 25 persen dalam APBD Perubahan tahun ini, dalam sisa masa pemerintahannya yang masih 3 tahun, ia menargetkan TPP ASN minimal naik hingga 50 persen sehingga nominalnya bisa tertinggi di Jateng. TPP ini dihitung dan diberikan berdasar kemampuan APBD dan target tersebut ia nilai bisa direalisasikan. Terlelebih, lanjutnya, porsi belanja pegawai di Boyolali saat ini sekitar 42 persen saja. jauh di bawah belanja pegawai daerah lain yang porsinya masih di atas 50 persen.

Kenaikan TPP tersebut, katanya, juga sudah menghitung penambahan sebanyak 400 pegawai pada tahun depan. "Tahun depan saya ingin menambah sekitar 400 CPNS, sama jumlahnya dengan yang pensiun," jelasnya.

Sekda Boyolali, Sri Ardiningsih menambahkan, berbeda tahun lalu yang hanya gaji pokok saja, komponen THR yang sudah dicairkan tahun ini ada empat komponen, diantaranya tunjangan keluarga dan jabatan. Terkait kenaikan TPP, dimana jumlah TPP terendah di Boyolali saat ini sekitar Rp1,2 juta, kemungkinan sudah bisa disahkan melalui APBD Perubahan dan selanjutnya ASN berhak menerima kenaikan TPP sebesar 25 persen.

"Mungkin awal Agustus APBD Perubahan sudah disahkan," katanya. (Gal)