Peristiwa Editor : Ivan Aditya Minggu, 10 Juni 2018 / 10:55 WIB

Motif Pelaku Bacok Mahasiswa UGM Hingga Tewas Karena Balas Dendam

YOGYA, KRJOGJA.com - Motif yang dilakukan MD (16) warga Tegalrejo dan AD (19) warga Jetis membacok Dwi Ramadhani Herlangga (26) mahasiswa UGM asal Semarang hingga tewas usai membagikan makan sahur di Jalan C Simanjuntak Yogyakarta, Kamis (07/06/2018) karena alasan balas dendam. Kedua pelaku mengira rombongan korban merupakan gerombolan yang menyerang mereka dengan melempari batu sesaat sebelum kejadian.

"Motif kedua tersangka yakni balas dendam, namun ternyata salah sasaran. Mereka mengira kelompok korban merupakan gerombolan yang menyerangnya," ungkap Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini melalui Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Sutikno kepada KRJOGJA.com, Minggu (10/06/2018).

Baca juga :

Polisi Tangkap Pembacok Mahasiswa UGM

Mahasiswa Tewas Diclurit Usai Bagikan Makan Sahur

Korban Tewas Pembacokan Itu Ternyata Mahasiswa Sastra Inggris UGM

Saat kejadian MD bertindak sebagai joki yang mengemudikan motor, sedangkan AD membonceng di belakang berperan sebagai eksekutor. Saat diserang sekelompok orang itulah para pelaku menyelamatkan diri masuk kampung, di sana keduanya menemukan sabit lalu mengambilnya.

MD dan AD kemudian menyisir lokasi tempat mereka diserang tadi dan menjumpai rombongan korban dan teman-temannya. Keduanya lalu mengejar para mahasiswa ini dan mendekati korban yang berada paling belakang.

AD segera mengeluarkan sabit yang dibawanya lalu membacok punggung korban. Usai beraksi MD dan AD langsung memacu motor melarikan diri ke arah utara pulang ke rumahnya.

Dikatakan Sutikno, para tersangka diciduk petugas di rumahnya masing-masing pada Sabtu (09/06/2018) kemarin. Dari tangan keduanya berhasil diamankan barang bukti sabit yang digunakan untuk membacok korban.

Pada waktu yang hampir bersamaan petugas juga berhasil menangkap sekitar delapan remaja yang terlibat pembacokan terhadap pelajar bernama Alif Rakhan (16) yang tengah berada di sebuah warung burjo Jalan Kapten Piere Tendean Yogyakarta. Dari delapan remaja tersebut tiga diantaranya yakni DZ (17), DM (19) dan YG (19) ditetapkan sebagai tersangka.

Sutikno menegaskan, baik pelaku maupun korban dalam dua kejadian tersebut tak ada saling keterkaitan. Kedua kasus tersebut motifnya sama, yakni balas dendam namun salah sasaran.

"Kejadian yang di Jalan C Simanjuntak dan Kapten Piere Tendean motifnya balas dendam yang sasaran salah. Walau waktu kejadiannya hampir bersamaan, namun kedua kasus ini tak ada keterkaitan," ungkap Sutikno. (Van)