Ragam Editor : Agung Purwandono Sabtu, 09 Juni 2018 / 00:42 WIB

Ki Juru Taman, 'Geger Boyo' dan Sosok Penjaga Yogya dari Letusan Merapi

YOGYA, KRJOGJA.com - Di tulisan pertama tentang sisi lain Merapi, KRjogja.com bersama Bonaventura Genta (penulis Keluarga Tak Kasat Mata) sempat menyinggung sosok Ki Juru Taman yang tak lain adalah makhluk astral yang ada sejak awal mula Kerajaan Mataram. Kala itu, Genta belum secara detail menceritakan siapa sebenarnya sosok Ki Juru Taman yang digambarkan sebagai Raksasa Bertubuh Besar. 

Di perbincangan selanjutnya Genta yang juga sempat melakukan penelusuran ke Merapi akhirnya menceritakan secara lebih mendalam mengenai sosok tersebut. Kata-kata pertama yang diucap Genta saat kami berbincang yakni “Geger Boyo”. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Geger Boyo dahulu sangat familiar terutama bagi masyarakat Yogyakarta. Geger Boyo adalah sebuah bukit terletak di sisi selatan Merapi yang secara tidak langsung menjadi “pelindung” sisi selatan (Yogyakarta) dari material, awan panas ataupun lahar erupsi Merapi. 

Baca : Penulis 'Keluarga Tak Kasat Mata' Ceritakan 'Pesta' di Merapi

Tidak berhenti di situ, kisah Genta lantas berlanjut pada cerita masa lampau saat Ki Juru Taman melakukan perjanjian dengan Kerajaan Mataram untuk setia menjaga anak cucu Mataram dari amukan Merapi. Kesaktian dan keluguan Ki Juru Taman ternyata memang dibuktikan paling tidak hingga tahun 2006 di mana hampir tidak pernah Merapi menunjukkan dampaknya pada Yogyakarta. 

“Mungkin itulah mengapa dulu letusan Merapi selalu ke arah timur dan barat, tidak pernah ke selatan. Itu sebelum tahun 2006, tapi setelah itu, ada hal lain,” ungkap pemuda yang sedang menggarap aku instagram @kisahtanahjawa ini. 

Ki Juru Taman, seturut diceritakan Genta dipercaya memiliki pasukan yang dinamakan Banaspati dan dahulu bertugas menghalau material Merapi tidak mengarah ke selatan. Geger Boyo itulah yang diyakini tempat berdiam Ki Juru Taman bersama pasukan tak kasat mata miliknya. 

Banyak masyarakat yang mempercayai kisah lama tersebut sebagai bagian dari kehidupan, namun tidak sedikit yang kemudian mencerca sebagai karangan belaka yang memang tak bisa dibuktikan dengan perhitungan ilmiah. Tetapi, inilah fakta yang hidup dan berkembang di masyarakat Jawa, mempercayai bahwa Merapi itu hidup seturut apa yang diinginkan. 

Di manakah sosok Ki Juru Taman sekarang? Tunggu penelusuran KRjogja.com bersama Bonaventura Genta selanjutnya. (Fxh)