Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 08 Juni 2018 / 17:27 WIB

Tuntut THR, Karyawan RSIS Pabelan Ancam Mogok

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Karyawan Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Pabelan, Kartasura ancam mogok kerja apabila tuntutan pelunasan gaji dan tunjangan hari raya (THR) tidak segera dibayarkan. Tuntutan tersebut sudah final setelah beberapa kali pertemuan dengan pihak direksi tidak membuahkan hasil. 

BACA JUGA :

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Tak Pernah Diperhatikan, Ratusan Karyawan RSIS Pabelan Tuntut Pembayaran THR

Krisis Keuangan, Limbah Medis RSIS Pabelan Dibiarkan Menumpuk

Wakil Sekretaris Serikat Pekerja RSIS Pabelan, Kartasura Suyamto, Jumat (08/06/2018) mengatakan, ratusan karyawan RSIS Pabelan, Kartasura sudah sangat kecewa dengan sikap direksi. Sebab masalah pembayaran gaji dan THR belum jelas sampai kapan akan direalisasikan. Karyawan sudah sangat lama menunggu karena membutuhkan uang untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

"Tuntutan karyawan sudah final karena sudah lama kesejahteraan kami tidak dipedulikan. Gaji dan THR itu hak karyawan dan kami juga meminta bantuan ke dinas untuk membantu menyelesaikannya," ujarnya.

Serikat pekerja RSIS Pabelan, Kartasura juga telah mengirimkan surat pengaduan ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Harapannya dinas bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi karyawan.

Pimpinan RSIS Pabelan, Kartasura M Djufrie mengatakan, sudah mendapat keluhan dari karyawan dengan mengajukan tuntutan pembayaran THR. Namun tuntutan karyawan belum bisa dikabulkan karena terkendala masalah keuangan.

"Sebenarnya ada uang operasional di bank sebesar Rp 5,2 miliar tapi di blokir dan kami tidak bisa mengambilnya," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan mengatakan, sudah menerima keluhan dari karyawan RSIS Pabelan, Kartasura terkait tuntutan pembayaran THR. Namun menanggapi persoalan tersebut dinas tidak bisa berbuat banyak. Sebab status usaha rumah sakit ilegal karena belum memiliki izin resmi beroperasi. (Mam)