Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 07 Juni 2018 / 23:11 WIB

Varian Terbatas, Pasar Murah di Glagahwaru Kurang Meriah

KUDUS (KRJogja.com) - Pasar murah yang digelar di Desa Glagahwaru Kecamatan Undaan Kudus, dengan tujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah menjelang lebaran 2018 ini, kurang begitu meriah. Hal itu disebabkan barang yang dijual hanya terdiri beberapa kebutuhan sembako dan jenis lain, tak seperti pasar murah pada umumnya.

Justru yang menarik perhatian pengunjung adalah penjualan gas elpiji 3 kilogram, yang ikut jualan di sekitar pasar murah. “Penjualan gas elpiji oleh pangkalan tidak termasuk dagangan pasar murah. Yang kami jual murah adalah sembako seperti beras, minyak goreng dan gula pasir. Selisih harga dengan di pasaran rata- rata Rp 2 ribu per kilogram,” ungkap Camat Undaan Kudus, Rinardi Budiyanto, Kamis (7/6).

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Pasar murah yang dibuka Bupati Kudus Musthofa itu mulai digelar sejak pagi hingga sore. Barang yang digelar antara lain gula pasir sebanyak 1.250 kilogram, harga per kilogram Rp 9 ribu. Minyak goreng sebanyak 1.350 liter dijual Rp 11 ribu per liter, serta beras satu kantong 5 kilogram dijual Rp 40 ribu sebanyak 225 kantong.

Pasar murah digelar atas inisiatif Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Kantor Kecamatan. Penyelenggaraan pasar murah, disubsidi Rp 80 juta.

Salah seorang warga Desa Glagahwaru Undaan, Sutiah (49) mengaku hanya berminat membeli gas elpiji 3 kilogram. “Kalau di penjual eceran Rp 20 ribu per tabung, di sini kami tebus Rp 16 ribu,” katanya.

Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Undaan Rifai Nawawi menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam penyelenggaraan pasar murah, meski itu merupakan bidang yang menyangkut tugasnya. “Tanyakan kepada camat saja. Kami tidak tahu ada kepentingan apa dibalik adanya pasar murah itu. Saat ini di Kudus mau digelar pilkada, mudah- mudahan tak ada tendensi politik,” ungkapnya. (Trq)