Ragam Editor : Agung Purwandono Kamis, 07 Juni 2018 / 02:33 WIB

Penulis 'Keluarga Tak Kasat Mata' Ceritakan 'Pesta' di Merapi

SLEMAN, KRJOGJA.com - Letusan Gunung Merapi beberapa waktu terakhir tampaknya dimaknai beragam oleh masyarakat. Ada yang menilai sebagai peristiwa alam layaknya gunung berapi biasanya, namun tidak sedikit yang kemudian mengaitkan dengan alam gaib yang memang selama ini menjadi cerita rakyat dari waktu ke waktu. 

KRjogja.com mencoba melakukan penelusuran tentang sisi lain letusan Merapi di periode Mei-Juni 2018 ini. Satu narasumber pun diajak untuk mengungkap sisi yang sebenarnya bisa dipercaya ataupun tidak sama sekali yakni Bonaventura Genta, penulis 'Kisah Keluarga Tak Kasat Mata'. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Genta secara langsung mengunjungi Merapi di saat masa letusan kemarin. Meski awalnya enggan menyampaikan pengalaman pada KRjogja.com karena khawatir dianggap sok tahu, namun Genta akhirnya bersedia menceritakan apa yang dia dapatkan dari penelusuran tersebut. 

Cerita Genta seperti yang banyak orang maknai ketika Merapi meletus adalah Merapi sedang punya hajat. Namun, setelah semakin dalam bercerita, Genta mengungkap bahwa Merapi kini sedang punya gawe yang berhubungan langsung dengan Laut Selatan. 

“Merapi sedang punya hajatan dengan selatan (Laut Selatan), karena salah satu pangerannya berhasil melamar dan memperistri salah seorang putri di selatan. Terbukti waktu erupsi pertama kemarin, dari analisa bentuk awan panasnya bukanlah sosok Eyang Petruk yang muncul (pertanda akan meletus), tapi lebih ke sosok seorang ibu yang sedang menggendong anaknya,” ungkap Genta yang memang punya sensitivitas indra keenam. 

Layaknya sebuah hajatan atau pesta yang tuan rumahnya pasti mempercantik rumah, pun begitu menurut Genta dilakukan juga oleh Merapi. Hal ini pula yang kemudian dikorelasikannya dengan penampakan indah Merapi di saat letusan pagi hari beberapa waktu lalu. 

“Dan hasil letusan tersebut, terlihat kubah kawah Merapi sekarang membentuk menjadi lebih indah (karena alasan tempat hajatan itu tadi). Dan di erupsi kedua kemarin, Merapi juga kembali erupsi disaat-saat pemandangan terindahnya bisa dilihat semua orang di pagi hari (Merapi-Merbabu berdampingan),” sambungnya. 

Puncak “Hajatan” Merapi Sebelum Lebaran, Siapa Itu Sosok Ki Juru Taman?

Dari penelusuran yang dilakukan pula, Genta menemukan keyakinan bahwa Merapi masih akan akan mengeluarkan letusan sebelum Lebaran tiba artinya dalam waktu dekat. Sosok gaib yang diminta menunggu salah satu jembatan di Yogyakarta dikatakannya telah pergi yang dipercaya kembali ke aliran sungai mengamankan lahar Merapi. 

“Yang jelas sejak dari erupsi pertama, sosok gaib yang ditugaskan dari Merapi dan berdiam mengawasi di salah satu jembatan di Yogya sudah tidak terlihat lagi. Ada kemungkinan sosok tersebut sekarang sudah diminta untuk mengamankan jalur lahar dingin sepanjang sungai code,” ungkapnya dengan nada sedikit rendah. 

Baca Juga : 

Karakter Letusan Merapi Berbeda Dari Sebelumnya
Aktivitas Gunung Merapi, Potensi Letusan Gas Masih Ada

Meski begitu, ketika pembicaraan mulai mengarah pada kemungkinan letusan besar seperti yang dikhawatirkan, Genta tidak bersedia memberikan penjelasan secara detail. Ia hanya mengucapkan satu nama yakni Ki Juru Taman yang merupakan salah satu makhluk gaib setia Mataram yang bertugas menjauhkan dampak letusan Merapi pada bumi Ngayogyakarta. 

“Saya hanya bisa menyebut Ki Juru Taman, karena sosok ini yang punya peranan penting,” imbuhnya tersenyum. 

Baca : 

Ki Juru Taman, 'Geger Boyo' dan Sosok Penjaga Yogya dari Letusan Merapi

Genta yang kisahnya tentang 'Keluarga Tak Kasat Mata' mampu mendapatkan atensi besar hingga naik ke layar lebar pun tetap mempersilahkan siapapun untuk tidak mempercayai. Namun, saat ini disebutnya Merapi tak lagi punya pertanda alam saat hendak meletus seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir. 

“Intinya bagaimana kita hidup berdampingan dengan alam, karena mereka hidup. Manusia harus bisa menyesuaikan dan menghargai,” ungkapnya memungkasi pembicaraan dengan KRjogja.com. (Fxh)