DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 06 Juni 2018 / 10:57 WIB

Kebutuhan Elpiji Tujuh Kecamatan di Bantul Tinggi

BANTUL, KRJOGJA.com - Sebanyak tujuh kecamatan di Bantul memiliki tingkat konsumsi elpiji tertinggi dibanding dengan kecamatan lain. Hal ini terjadi karena jumlah penduduk yang tinggi. Sementara itu untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji baik bersubsidi atau nonsubsidi, Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bantul menginstruksikan 110 pangkalan elpiji yang tersebar di 17 kecamatan untuk tetap siaga alias buka selama musim Lebaran.

"Ada 110 pangkalan siaga Lebaran yang tetap buka sejak hari H Lebaran hingga H+7 Lebaran. Dengan tetap buka selama masa Lebaran otomatis stok barang tetap terus ada di pangkalan-pangkalan tersebut. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir," jelas Pengurus Hiswana Migas DIY Koordinator Wilayah Bantul, Ronny Hendro.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Ronny menjelaskan kuota harian gas melon yang diperoleh Bantul sebanyak 25.000 tabung/hari. Apabila kebutuhan meningkat ada kuota fakultatif yang akan didistribusikan secara bertahap.

Sementara untuk elpiji nonsubsidi yakni bright gas (gas 5,5 kg) dan gas 12 kg tidak ada pembatasan kuota sehingga berapapun kebutuhan selalu terpenuhi. Berdasarkan data yang dihimpun Hiswana Migas, tujuh kecamatan dengan asumsi kebutuhan konsumsi elpiji tertinggi yakni Kecamatan Bantul, Sewon, Kasihan, Banguntapan, Imogiri, Sanden dan Srandakan.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Drs Sulistyanto MPd, menambahkan menjelang Lebaran ini di tiga kecamatan yakni Piyungan, Srandakan dan Sewon diadakan penukaran gas melon ke bright gas melalui pasar rakyat. Adapun pasar rakyat ini dimulai sejak Selasa (05/06/2018) dan berakhir Kamis (07/06/2018) besok. "Selama masa penukaran ini dua tabung gas melon tambah uang Rp 65.000 sudah dapat satu tabung bright gas dan isinya," jelasnya.

Ditambahkan Sulistyanto, tahun ini kuota gas melon bertambah lima persen dari tahun sebelumnya. Untuk itu SPBU yang merangkap pangkalan wajib menjual dua jenis elpiji yakni nonsubsidi dan bersubsidi. Terkait BBM, Sulistyanto mengaku sebanyak 24 SPBU di Bantul siap buka melayani konsumen 24 jam selama arus mudikarus balik Lebaran.

Dari pihak Pertamina, imbuh Sulistyanto, juga menyatakan siap menyediakan mobil tangki yang standbymulai pukul 02.00 WIB dini hari di SPBU Patalan. Selain itu disediakan juga sepeda motor yang menyediakan BBM kemasan untuk konsumen di kawasan tertentu yang sulit mendapatkan akses SPBU. (Aje)