Sekolah, Penentu Kelulusan USBN SD

istimewa

JAKARTA, KRJOGJA.com - Penentu kelulusan siswa di Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jenjang SD ditentukan oleh sekolah. 

"Sekolah mendapat kewenangan penuh untuk meluluskan siswanya dilihat dari nilai ujian yang telah dijawab,USBN menentukan kelulusan siswa dari sekolah. Namun, kriteria kelulusan ditentukan oleh masing-masing sekolah," kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi di Jakarta Selasa (05/6 2018)

Bambang melanjutkan, soal ujian yang diberikan kepada siswa SD adalah soal model penalaran yang juga diterapkan di semua jenjang sekolah. Namun, soal yang diberikan pun harus disesuaikan perkembangan psikologi peserta didik. 
"Untuk soal USBN SD, karena soal disusun guru-guru dan dikonsolidasikan KKG, tentu akan ada variasi antara satu sekolah dan sekolah lain," ungkapnya. 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno menjelaskan, USBN SD merupakan ujian sekolah yang tidak ditangani pemerintah pusat. Penyelenggara USBN SD adalah pemerintah kabupaten yang bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). 

Totok menerangkan, peran dari Kemendikbud di USBN SD ini adalah menyumbang sekitar 20-25% soal ujian. Dia mengatakan, soalnya bukan tipe High Order Thinking Skill (HOTS) seperti di UN, melainkan soal standar yang berfungsi sebagai acuan ke standar nasional. Sementara 75-80% soal lainnya disiapkan guru yang terkumpul di KKG. 

Totok melanjutkan, mulai 2018, Kemendikbud menetapkan kebijakan baru untuk ujian akhir di jenjang sekolah dasar, yakni dengan menerapkan USBN bagi peserta didik kelas VI. USBN di tingkat SD hanya menguji tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 

Dia menjelaskan, sebelumnya pada 2017 ada dua jenis ujian di jenjang SD dan madrasah ibtidaiah (MI), yaitu US/M dan Ujian Sekolah. Kemudian tahun ini berubah menjadi USBN dan Ujian Sekolah. (Ati)

 

 

 

 

 

 

Tulis Komentar Anda