Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Senin, 04 Juni 2018 / 19:21 WIB

RI Kekurangan Guru PNS Sebanyak 988 Ribu, Kok Bisa?

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan, pemerintah ke depan akan memberikan wewenang guru untuk mengajar lebih dari satu mata pelajaran.

Hal itu demi mengatasi kekurangan jumlah lebih dari 200 ribu tenaga pengajar yang akan pensiun selama periode 2017-2021. Muhadjir menyebutkan, secara nasional jumlah guru saat ini adalah sekitar 3 juta orang. Lebih dari setengahnya merupakan non-PNS alias tenaga honorer.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

"Guru bukan PNS di sekolah negeri 735.825, guru bukan PNS di sekolah swasta 798.208. Total guru bukan PNS di sekolah negeri dan swasta 1.534.031, sementara guru PNS di sekolah negeri 1.378.940," ujar dia dalam keterangannya kepada media, Senin (4/6/2018).

Total guru PNS di sekolah negeri dan swasta ada 1.483.265," tambah dia.

Dia pun mengatakan, saat ini sektor pendidikan kekurangan tenaga guru PNS di sekolah negeri yang mencapai 988 ribu. Kondisi tersebut dipertajam dengan jumlah sekitar 200 ribu guru yang pensiun dalam periode 2017-2021.

"Yang akan pensiun mulai 2017 38.829, 2018 51.200, 2019 62 ribu, 2020 72 ribu, dan 2021 69 ribu," ujar dia.

Berbagai langkah pun telah pemerintah siapkan demi mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan cara mutasi jumlah guru yang berlebih. Kewenangan mutasi itu, lanjutnya, mutlak berada di tangan kepala daerah.

Selain itu, ia menambahkan, keputusan lain yang akan dilakukan ialah menjadikan profesi guru menjadi multisubject, yakni dengan memberi kewenangan tambahan untuk bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran.

"Salah satu hal yang bikin boros adalah kebijakan linieritas, yaitu satu guru hanya bisa mengajar satu mata pelajaran,” ujar dia.(*)