Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 04 Juni 2018 / 16:13 WIB

PPDB SMK Tidak Dibatasi Zonasi


JAKARTA, KRJOGJA.com - Direktur Pembinaan SMK M Bakrun menjelaskan  prsoses PPDB SMK tidak ada perbedaan dengan tahun lalu. Bahkan, untuk kompetensi keahlian tertentu tidak dibatasi zonasi.

" Daerah kompetensi keahliannya banyak, (pakai) zonasi. Ada beberapa daerah yang berusaha untuk mendekatkan. Tetapi untuk jurusan yang sama tidak ada perbedaannya," kata Bakrun di Jakarta, Senin (04/06/2018).

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Mengenai rombongan belajar, kata Bakrun tidak ada pembahasan. Per kelas  rombel 36. Sedangkan berdasarkan Permendikbud 2016 rombel untuk SD, SMP dan SMA, calon peserta didik baru SMK atau bentuk lain yang sederajat hanya mempertimbangkan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar. 
"Persyaratan lainnya, yakni  surat hasil UN SMP atau bentuk lain yang sederajat, dan prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui sekolah."

Di tempat terpisah Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad menjelaskan pengaturan yang termuat dalam permendikbud ini bertujuan menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan dengan objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan. 

"Itu semua perlu dicapai untuk mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. Bagi sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, itu sebenarnya sudah melaksanakan PPDB dimulai pada bulan Mei ini,” kata Hamid.

Untuk proses pelaksanaan PPDB dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka kemudian penetapan peserta didik setelah proses daftar ulang Dalam peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB menyebutkan zonasi menjadi salah satu unsur utama menerima peserta didik baru mulai jenjang sekolah dasar hingga menengah. (Ati)