Jateng Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 02 Juni 2018 / 04:10 WIB

Ilegal, 1,388 Juta Rokok Senilai Rp 1 M Disita Inteldak KPPBC Kudus

KUDUS, KRJOGJA.com - Tim Intelijen dan Penindakan (Inteldak) Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus berhasil menyita 1,388 batang rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) senilai hampir Rp 1 miliar dari tiga lokasi berbeda di wilayah Kudus dan Demak. Rokok ilegal tanpa pita cukai diamankan dari sebuah minibus, mobil pikup dan bus lintas Sumatera, setelah melalui pengejaran.

Dari serangkaian hasil penindakan selama dua hari terakhir itu, potensi kerugian negara yang ditimbulkan atas barang kena cukai (BKC) ilegal mencapai Rp 513.560.000. Pengungkapan rokok ilegal kali ini merupakan penindakan ke- 43,44, dan 45 terhadap rokok ilegal yang dilakukan selama lima bulan tahun 2018.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

“Dari ketiga sarana pengangkut, rokok ilegal yang kami sita jumlahnya sangat besar. Salah satunya dari bus umum lintas Sumatera,” ujar Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Iman Prayitno, melalui Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC Kudus Dwi Prasetyo Rini, Jumat (1/6/2018) malam.

Kasi Inteldak KPPBC Kudus Indra Gunawan menambahkan, bus lintas Sumatera itu membawa rokok ilegal dari wilayah Jawa Timur. Bus itu terpantau tim Inteldak, Kamis (31/6/2018) sekitar pukul 06.00 WIB, terparkir di SPBU Juwana. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan 67 koli atau lebih satu juta batang berisi rokok SKM ilegal. Beberapa jam sebelum itu, petugas menyita ratusan ribu rokok ilegal tanpa pita cukai dari sebuah minibus dan pikup warna hitam asal Jepara.

Minibus dihentikan petugas di Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Demak setelah melalui pengejaran sepanjang jalan raya Demak-Semarang lewat jalur Mranggen. Sedang pikup ditangkap di jalan raya Kudus-Pati, tepatnya di Desa Ngembalrejo Kudus. Seluruh barang bukti rokok ilegal telah diamankan.

Pengemudi minibus DK (47), serta sopir pikup berinisial MAM (34) dan kernet NH (32) kini dalam pemeriksaan petugas. “Sopir DK sempat melarikan diri, sebelum kami tangkap,” katanya.(Trq)