Begini, Komentar Mendikbud Soal Radikalisme dan Narkotika

Istimewa (Okezone.com)

JAKARTA, KRJOGJA.com -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di sarasehan penguatan pendidikan karakter di Jakarta, Kamis (31/05/2018) malam mengungkapkan narkotika dan radikalisme seperti dua anak setan kembar. 

Menurut Muhadjir dampak keduanya sama-sama menyebabkan generasi muda hancur sehingga diperlukan penerapan program yang terukur dan sistemik dalam pembentukan karakter siswa dapat mencegah masuknya paham radikalisme dan narkotika di lingkungan sekolah.

"Di lingkungan sekolah kami hindari diksi-diksi yang mengandung konotasi negatif. Contohnya: kami tidak gunakan antiradikalisme, karena akan menumbuhkan sifat kebencian pada anak," terangnya.

Muhadjir menjelaskan, pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan mental harus diprioritaskan. Salah satunya melalui program pendidikan karakter (PPK).
Hingga saat ini 60 persen program pendidikan karakter sudah diterapkan di sekolah. 

Belum optimalnya PPK, menurut dia karena faktor keterbatasan sumber daya manusia. "Selama ini pendidikan lebih fokus pada aspek logik dalam baca, tulis dan hitung saja. Kami ingin pendidikan lebih mengutamakan etika dan estetika," ujarnya.

Kasubdit Peserta Didik Suharlan menambahkan, PPK dapat dihantarkan melalui internalisasi nilai-nilai integritas, religius, nasionalisme, mandiri dan gotong royong. Dengan demikian, menurutnya akan tertanam sikap saling memahami perbedaan pada peserta didik. (Ati)

Tulis Komentar Anda