Ekonomi Agregasi    Rabu, 23 Mei 2018 / 17:12 WIB

Penambahan Subsidi Solar Tunggu 'Restu' DPR

JAKARTA, KRJOGJA.com- Pemerintah berencana menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar seiring naiknya harga minyak dunia. Hal itu sebagai respons atas tidak adanya perubahan harga solar.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan terdapat dua opsi menambah subsidi BBM. Pertama, dapat menggunakan cadangan devisa negara atau melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Namun, jika melalui mekanisme APBN harus melalui proses dengan DPR,” kata dia di Jakarta, kemarin. Meski begitu, keputusan penambahan bukan wewenang Kementerian ESDM melainkan wewenang Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Adapun mekanismenya juga berada pada wewenang Kemenkeu.

“Terkait hal itu, kami mendukung dan mengikuti Kementerian Keuangan,” kata dia. Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron mengatakan, setiap perubahan subsidi harus melalui persetujuan dari DPR. Hal itu sesuai dengan mekanisme aturan yang berlaku di dalam undang-undang karena bersentuhan dengan masyarakat. “Pembahasan subsidi harus melalui DPR. Itu sudah jelas tidak bisa dihindarkan,” kata dia.

Untuk saat ini pihaknya masih menunggu usulan tambahan subsidi solar dari pemerintah. Adapun usulan tersebut nanti akan menjadi pertimbangan DPR. Dia mengatakan perubahan subsidi akan mengubah cadangan risiko fiskal. 

Dia mencontohkan, usulan tambahan alokasi dana cadangan risiko fiskal yang awalnya sebesar Rp5 triliun kemudian bisa berubah menjadi Rp9 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). (*)