Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 20 Mei 2018 / 11:53 WIB

Seru dan Indahnya Menikmati 'Tea Walk' di Pagilaran


AGROWISATA Pagilaran, Kecamatan Blado, Batang, Jawa Tengah  merupakan tempat wisata perkebunan teh yang layak dikunjungi. Perkebunan teh seluas 1.130 hektar ini ternyata milik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini bisa ditempuh dengan  kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum dalam waktu tidak lebih dari 1 jam dari pusat kota Batang. 

Selain dapat menikmati pemandangan alam yang hijau dan asri, kita juga bisa mengamati proses pembuatan teh di pabrik peninggalan Belanda yang masih terus beroperasi.
 
"Kawasan perkebunan teh Pagilaran adalah salah satu bukti sisa-sisa kejayaan penjajahan Belanda di masa lalu," kata Dirut Agrowisata Pagilaran, Rachmat Gunadi disela sela press  tour Kementerian Pariwisata di Batang, Jawa Tengah , belum lama ini.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurut Rachmad, agrowisata teh ini merupakan peninggalan zaman kolonial masih terawat dengan baik di Pagilaran. Salah satunya adalah bangunan rumah Administratur Pabrik yang berarsitektur khas Eropa. Di samping itu, kita juga bisa melihat bekas kereta gantung yang dulu digunakan oleh para ‘sinyo dan noni’ Belanda untuk menikmati keindahan alam Pagilaran.
 
Belum lengkap rasanya bila datang ke Pagilaran tetapi tidak melakukan tea walk pada pagi hari sambil menyaksikan terbitnya matahari di tengah hijaunya pepohonan teh. Karena itu, pengelola telah menyiapkan vila/homestay dan kamar bagi Anda yang ingin menginap. Bagi yang menginginkan privasi lebih dan berkantong agak ‘tebal’, bisa memilih menginap di vila/homestay.
 
Namun, apabila anggaran Anda pas-pasan, bermalam di kamar sewa dengan tarif yang lebih terjangkau juga bisa menjadi pilihan. Unggulan lainnya  mulai air terjun, panorama sunrise, adventure, museum teh, karnaval, agrowisata teh, ekosistem perkebunan teh, treking sampai bicycle.

Obyek wisata sekitaran pagilaran yang bisa mendukung, ada curuk genting, desa wisata prenten. Bagi pengunjung yang ingin menikmati teh, di agro wisata Pagilaran ini ada dua jenis  black tea, dan  green tea. 
Untuk produksi teh ini  dinprpses dipabriknya di  Batang black tea, dan Jati Walang dengan  green tea.

Rahmat  mengungkapkan membangun agrowisata disini pasang surut. Dilemanya ketika ada agrowisata disini banyak orang dan sampah, juga masyarakat sembarang membuka warung. "Akhirnya kita meminta masyarakat untuk ditempatkan di shelter shelter khusus, untuk menjaga kebersihan dan ketertiban,” tegasnya.

Setelah sama sama tertib baru sekarang kita serius untuk menggarap agrowisata ini, mulai membangun resto . Kedepan tambahnya, akan membuat objek objek pendukung mulai dari taman bunga, adventure, museum teh akan diperbaiki, kemping akan diubah konsep ke glamping,  Kalau outbond sudah ada.

“Rencana pengembangan juga ke arah agrowisata, pengembangan glamping, taman bunga, renovasi kolam renang jadi spa, renobasi  homestay, tempat parkir, fasilitas outbond, dan tea house,” tegasnya. (Lmg)