Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 17 Mei 2018 / 20:31 WIB

Petani Protes Bawang Impor Masuk Temanggung

TEMANGGUNG (KRjogja.com) - Petani bawang merah Sindoro - Sumbing menggelar demonstrasi di gedung DPRD Kabupaten Temanggung memprotes masuknya bawang merah impor ilegal karena merugikan petani, Rabu (16/5). 

Koordinator aksi Tukiyo mengatakan pada masa panen raya ini petani bawang merah diresahkan dengan serbuan bawang merah impor dari India yang harganya lebih rendah membuat petani merugi. " Petani menemukan adanya bawang merah impor di pasar harganya dibawah Rp 10 ribu per kg padahal harga impas petani Rp 15 ribu per kg," katanya.

Dikatakan anjloknya harga bawang merah selalu berulang tiap tahun dan itu terjadi ketika panen raya yang tragisnya pada ramadan dan lebaran. Hasil panen raya tahun ini termasuk bagus dibanding tahun sebelumnya jika harga hancur petani merugi dan sulit bangkit. 

Petani lainnya, Supadi mengatakan Satgas Pangan harus turun dalam mengatasi permasalahan ini. Petani  dipacu untuk menanam guna swasembada bawang tetapi saat harga turun tidak ditolong untuk mendongkrak harga dan mensejahterakan. Selama ini hanya saat harga bawang naik petani diperhatikan dengan membeli bawang. " Bulog harus membeli bawang merah dengan harga bagus agar menguntungkan dan sejahtera," katanya.

Dikatakan tuntutan petani adalah stop impor bawang merah, bea cukai kepolisian dan Satgas Pangan serius mengontrol pintu masuk perdagangan dari luar negeri dan mencabut lisensi importir nakal. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo mengatakan bawang impor harusnya tidak bisa ke pasar tradisional sebab dikhususkan untuk industri, maka itu perlu operasi pasar untuk menemukan bawang merah impor dan menindak mereka yang berkonspirasi. 

" Segera ditindak lanjuti oleh dinas terkait dan komisi C serta B mengagendakan pembahasan secara khusus tentang bawang merah," katanya.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Temanggung Wiyoso mengatakan selama ini tidak ada warga Temanggung yang mengimpor bawang merah, kemungkinan keberadaan bawang tersebut ada karena serbuan dari kota tetangga seperti Semarang. 

" Kami akan surati kementerian terkait mengenai jeritan petani bawang merah agar ada pembatasan impor bawang merah. Selain itu, terangnya pihaknya akan segera lakukan operasi pasar mencari bawang merah import itu," katanya.

Dia mengatakan petani bawang merah dapat ikut partisipasi dalam pasar murah di 21 titik yang digelar selama ramadan dengan begitu stok bawang merah di petani bisa berkurang dan punya hasil yang menguntungkan.

" Petani juga bisa ikut dalam pasar lelang yang mempertemukan penjual dan pembeli dan harganya akan baik dan dongkrak petani," katanya.

Dia menyampaikan bawang merah termasuk komoditas bebas yang harganya diserahkan mekanisme pasar. Karena banyak pasokan membuat harga murah. Namun bagaimanapun jangan ada permainan.(osy)