Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 17 Mei 2018 / 15:45 WIB

Tanpa Lelang, Proyek Jembatan Dikebut

SRAGEN (KRjogja.com) - Proyek perbaikan Jembatan Gambiran, Sine, Sragen, dikebut untuk mengejar pelayanan arus Lebaran. Proyek senilai Rp 2,495 miliar dengan konstruksi pekerjaan separuh jembatan ini tidak melalui lelang dan ditargetkan selesai pada 6 Juni mendatang atau H-9 sebelum Lebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija, Kamis (17/5) mengatakan, progres pekerjaan harus sesuai jadwal untuk mengejar target selesai 6 Juni mendatang dan harus bisa dilewati saat Lebaran. "Pengecoran bantalan jembatan sudah dikerjakan. Selanjutnya pasang glagar jembatan dan mulai pekan depan sudah dicor. Targetnya 6 Juni harus bisa dilewati untuk separuh jembatan sebelah selatan. Sedanngkan separuh lainnya dikerjakan setelah Lebaran," ujarnya.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurut Marija, jembatan sepanjang 9 meter dan lebar 12 meter ini mampu menahan beban sampai 80 ton. Mekanisme penunjukan langsung atau tanpa lelang untuk proyek tersebut sudah sesuai Peraturan Presiden No. 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dalam kondisi darurat dan mendesak, kebijakan penunjukan langsung dibolehkan meskipun nilainya mencapai hampir Rp 2,5 miliar. "Kami sudah memikirkan aspek administrasi, keamanan, fungsi, dan lainnya. Target kami, pekerjaan bisa tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran," jelasnya.

Marija tidak ingin kasus 2017 di mana beberapa proyek tidak selesai pada akhir tahun, terulang pada 2018. Dia optimistis semua proyek Dinas PUPR selesai semua 100% pada akhir 2018 nanti. Khusus proyek Jembatan Gambiran dilakukan dengan mekanisme mendahului anggaran APBD Perubahan 2018. Izin mendahului anggaran dari DPRD Sragen sebelumnya sudah diperoleh. 

"Dananya tidak menggunakan dana dari luar atau uang baru. Kami menggunakan dana dari alokasi dana tak terduga yang digeser ke Dinas PUPR untuk sementara," tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Sragen, Muh Haris Effendi meminta DPUPR benar-benar melakukan pengawasan ketat agar seluruh proyek, termasuk Jembatan Gambiran ini bisa selesai tepat waktu. Pengalaman sebelumnya, ada beberapa proyek yang tidak selesai akibat pengawasan yang longgar. "Kami sudah <I>warning<P> DPUPR untuk memperketat pengawasan. Jangan lagi ada pekerjaan yang tidak selesai," tambahnya. (Sam)