DPD PKS Purworejo Berhentikan Keanggotaan 'DS'

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Purworejo memberhentikan keanggotaan kader perempuan berinisial DS. Anggota legislatif itu terancam lengser dari DPRD Kabupaten Purworejo apabila partai mengajukan permohonan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Thohari mengatakan, DPD PKS Purworejo telah mengeluarkan kebijakan resmi. "Segera setelah pemberhentian dari partai, DPD akan mengirim surat resmi kepada DPRD," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (17/05/2018).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil partai karena beratnya pelanggaran yang diduga dilakukan DS. Wakil rakyat itu dilaporkan suami dan anaknya karena diduga berbuat asusila dengan sesama anggota DPRD, berinisial MD.

Setiap kader menandatangani kontrak politik dengan partai ketika akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Salah satu poin kontrak itu adalah harus menjaga nama baik partai. "Apa yang dilakukan yang bersangkutan tidak hanya mencoreng partai, juga tidak menjaga marwah DPRD sebagai lembaga tempat rakyat bersandar," tegasnya.

Dikatakan, kejadian tersebut akan dijadikan bahan evaluasi bagi partai dalam proses penjaringan calon legislatif dan pembinaan kader. "Kita harus lebih baik lagi, tidak hanya partai namun juga DPRD secara keseluruhan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi Mulyono ST MM mengemukakan, PAW diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD Tentang Tata Tertib DPRD. "Semua akan dijalankan sesuai mekanisme yang diatur," ucapnya.

Luhur mengaku belum menerima surat pemberhentian status keanggotaan dari partai yang bersangkutan. "Saya masih di dinas di luar kota, jadi belum tahu," katanya. (Jas)

Tulis Komentar Anda