Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 17 Mei 2018 / 12:11 WIB

Bupati Minta Jangan Ada Gejolak Kebutuhan Pokok

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meminta jangan sampai ada gejolak berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat selama puasa Ramadan hingga Lebaran. Petugas terkait harus memastikan stok tercukupi dan harga terjangkau masyarakat. Selain itu juga perlu pengawasan dari aparat keamanan untuk memastikan tidak ada pelanggaran salah satunya penimbunan barang.

Menurutnya pada hari pertama puasa Ramadan harus membuat petugas bergerak dengan langsung terjun ke lapangan melakukan pengecekan. Salah satu sasarannya yakni di pasar tradisional. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus aktif juga untuk saling berkoordinasi dan berkomunikasi.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Kebutuhan pokok harus terpenuhi untuk masyarakat baik dari kemudahan mendapatkan barang dan kemurahan harga. Bupati menyebut dua unsur itu harus terpenuhi dan meminta agar jangan sampai ada gejolak.

"Petugas dari OPD terkait hanya duduk di kantor saja tapi cek langsung ke pasar. Bagaimana stok dan harganya. Kebutuhan pokok masyarakat harus terpenuhi dan saya minta jangan sampai ada gejolak," ujar Wardoyo Wijaya kepada KRJOGJA.com, Kamis (17/05/2018).

Salah satu kebutuhan pokok yang jadi perhatian Pemkab Sukoharjo seperti beras. Stok dianggap sangat melimpah dan harga terjangkau karena Kabupaten Sukoharjo mampu surplus beras. Luasan hamparan persawahan dan banyaknya tanaman padi menjadi jaminan pemenuhan kebutuhan pangan baik untuk masyarakat Sukoharjo maupun daerah lain.

Selain beras Kabupaten Sukoharjo dikatakan bupati mampu swasembada daging sapi, karena itu diharapkan stok dan harga juga dapat terjangkau masyarakat. "Sukoharjo banyak peternak sapi dan petani yang menanam padi sampai berhasil swasembada. Dua kebutuhan pokok ini paling tidak menjadi jaminan bagi masyarakat bisa mendapat barang dengan mudah dan murah," lanjutnya.

Bupati meminta kepada OPD terkait juga aktif memberikan laporan perkembangan terakhir. Sebab pemerintah pusat sendiri juga memberikan tuntutan serupa. Selama puasa Ramadan hingga Lebaran akan dilakukan pemantauan penuh.

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim untuk melakukan pengawasan bersama. Jangan sampai ada pelanggaran dan Tim Satgas Pangan sudah siap," lanjutnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, Polres Sukoharjo sudah menerjunkan petugas dari Satuan Intel, Reskrim, Binmas dan Polsek untuk langsung turun memantau kebutuhan pokok baik pangan, gas dan bahan bakar minyak (BBM). Pemantauan dilakukan disentra perdagangan baik pasar tradisional, pusat perbelanjaan modern, pergudangan, distributor sampai petani.

Polisi juga melakukan pengawalan armada kebutuhan pokok selama perjalanan disejumlah wilayah di Sukoharjo. Selain untuk memastikan barang sampai ke tujuan juga tidak ada kendala.

"Seperti instruksi dari pimpinan Polri bapak Kapolri dan bahkan Bapak Presiden sudah meminta agar kebutuhan pokok terjamin salah satunya berkaitan dengan distribusi. Jangan sampai muncul keluhan dari sopir truk karena banyak praktek pungli di jalan," ujar Iwan Saktiadi.

Kapolres menegaskan, Tim Satgas Pangan sudah bekerja dan bergerak melakukan pengamanan. Sejauh ini belum ada temuan pelanggaran berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat. (Mam)