807 Mesin Jahit Disita, Bos Ladewindo Ajukan Gugatan

Ratusan mesin jahit PT Ladewindo disita pengadilan. (Foto : Abdul Alim)

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Bos PT Ladewindo Garment Manufacture, Roestina Cahyo Dewi mengajukan gugatan perlawanan ke pengadilan atas sita eksekusi 807 mesin jahit di pabriknya yang terletak di Songgorunggi, Desa Dagen, Jaten, Rabu (09/05/2018) lalu. Penyitaan itu atas permohonan Ketua Koperasi Cakrawartya Artha, Dwi Esti Nastiti dan Ketua Koperasi Ekawatya Basta Artha Anastasia, Sri Wijayanti. Penyitaan aset pabrik berkaitan utang piutang Rp 4,5 miliar.

“Saya sudah gugat perlawanan di PN Karanganyar. Gugatan masuk Jumat (11/05/2018) kemarin,” kata Dewi kepada KRJOGJA.com, Kamis (17/05/2018).

Ia meragukan legalitas permohonan eksekusi oleh Dwi Esti Nastiti dan Anastasia Sri Wijayanti, sebab status dua koperasi itu sudah tidak aktif. Kemudian, eksekusi seharusnya tidak dapat dilaksanakan karena tidak menyebut spesifikasi barang yang disita seperti nomor rangka mesin, bentuk mesin dan sebagainya.

Roestina mengatakan, seluruh perkara itu dianggap mengada-ada karena ia merasa tidak berutang Rp 4,5 miliar ke dua koperasi itu. “Tidak usah disita segala, kalau pun saya berutang pasti dilunasi. Tapi saya ini tidak berutang,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, pengadilan mengabulkan permohonan sita eksekusi berupa 807 unit mesin jahit juki di pabrik garmen itu didasari dokumen no 46/PEN.PDT/EKS/2017/PN. SKT. Dalam berita acara eksekusi yang diterbitkan Pengadilan Negeri (PN) Surakarta disebutkan, aset tersebut dimasukkan dalam jaminan fidusia no W9.01707.HT.04.06 tahun 2007. Penjaminannya berkaitan utang Rp 4,5 miliar oleh Roestina ke koperasi yang dipimpin Dwi Esti Nastini.

Sementara itu, Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar segera menyidangkan perkara gugatan bos PT Ladewindo, Roestina Cahyo Dewi terkait sita eksekusi 807 mesin jahit. Perjanjian fidusia yang diperkarakan bakal menjadi materi persidangan.

Kami sudah menunjuk majelis hakim untuk menyidangkan gugatan bu Dewi (Roestina Cahyo Dewi). Untuk jadwal persidangannya silakan menanyakan ke bagian humas, kata Ketua PN Karanganyar, Mujiono.

Ia membenarkan 807 buah mesin jahit PT Ladewindo disita pengadilan pada Rabu (09/05/2018). Saat itu, petugas PN Karanganyar menyitanya didasari delegasi PN Surakarta.

“Karena barang yang akan disita di Karanganyar, maka kami diminta bantuan mengeksekusi. Sedangkan itu (permohonan sita eksekusi) terdaftarnya di PN Surakarta,” katanya.

Sidang gugatan perkara ini akan menghadirkan pihak-pihak yang berseteru. Yakni Roestina Cahyo Dewi selaku penggugat dan Dwi Esti Nastiti serta Anastasia Sri Wijayanti selaku tergugat.

Lebih lanjut Mujiono mengatakan, majelis hakim bakal adil menangani perkara ini. “Apakah nanti akan mereview dari awal tentang penerbitan sertifikat fidusia ataukah tidak, itu kewenangan majelis hakim,” katanya. (Lim)

Tulis Komentar Anda