Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 17 Mei 2018 / 05:15 WIB

Selama Ramadan, Tempat Hiburan Diminta Patuhi Aturan Jam Buka

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Tempat hiburan diminta patuh menaati aturan jam buka usaha selama puasa Ramadan. Terkait dengan hal tersebut polisi meminta agar tidak ada aksi sweeping dari pihak manapun. Apabila ada temuan pelanggaran maka masyarakat dipersilahkan memberikan laporan ke petugas terkait dan langsung ditindaklanjuti.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (16/5) mengatakan, semua tempat hiburan dipastikan sudah menerima surat edaran resmi dari Pemkab Sukoharjo. Selanjutnya diharapkan para pengelola dan pemilik bisa menaati aturan tersebut. Ketaatan dilaksanakan untuk menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Dalam surat edaran dijelaskan tentang pembatasan jam operasional tempat hiburan. Mereka diminta harus tutup pada seminggu awal puasa Ramadan dan akhir menjelang Lebaran. Sedangkan diluar jadwal tersebut para pengelola atau tempat hiburan kafe, pub dan hiburan malam wajib buka usaha mulai pukul 22.00 - 24.00 WIB. Sedangkan untuk karaoke buka usaha dibagi dua kali yakni siang hari pukul 11.00 - 17.00 WIB dan malam hari pukul 20.30 - 24.00 WIB.

Dalam pelaksanaan penerapan aturan tersebut akan dilakukan pengawasan bersama. Mulai dari aparat keamaanan, pemerintahan dan masyarakat. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk kebersamaan menjaga kondusifitas daerah.

Isi surat edaran lainnya yakni berkaitan dengan tempat usaha makanan seperti warung makan, rumah makan dan restauran. Mereka dalam membuka usahanya tidak boleh melakukannya secara transparan. Artinya tetap buka usaha tapi tidak secara penuh.

"Misal warung makan mereka jangan buka terlalu vulgar atau transparan. Dibeberapa bagian harus ditutup untuk menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan," ujar Heru Indarjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, pihaknya meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas daerah selama puasa Ramadan. Salah satunya berkaitan dengan jam buka tempat hiburan. Pembatasan operasional diterapkan dan sudah ditindaklanjuti dengan surat edaran. Karena itu para pemilik dan pengelola tempat hiburan harus menaati aturan.

"Aturannya sudah jelas dan harus dijalankan. Termasuk soal sweeping jangan dilakukan sepihak. Kami melarang sweeping dari pihak manapun. Kalau ada temuan pelanggaran silahkan masyarakat melapor dan akan kita tindaklanjuti," ujarnya. (Mam)