Nekat Sweeping, Ormas akan Ditidak Tegas

Ilustrasi. Foto: Dok

SRAGEN (KRjogja.com) - Organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Sragen dilarang melakukan aksi 'sweeping' terhadap tempat hiburan di wilayah setempat. Aksi main hakim sendiri dengan dalih menghormati bulan Ramadan ini tidak dibenarkan dan akan ditindak tegas oleh Polres Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman kepada wartawan Rabu (16/5) mengatakan, larangan menggelar aksi 'sweeping' tempat hiburan ini sudah disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Tindakan seperti ini dinilai menyalahi aturan, dan dapat dijatuhi sanksi hukuman. "Artinya masyarakat tidak boleh main hakim sendiri, 'sweeping' dalam bentuk apapun tidak boleh dilakukan kelompok dan lapisan apapun," tegasnya.

Arif mewanti-wanti seluruh kelompok masyarakat dan ormas, tidak melakukan tindakan yang justru bisa memperkeruh suasana dan ibadah di bulan suci Ramadhan. Masyarakat cukup memberikan informasi kepada pihak yang berwenang, manakala menjumpai atau mengetahui ada pelanggaran ataupun kegiatan yang mengganggu kenyamanan ibadah Ramadhan. "Apabila ada informasi yang sekiranya mengganggu kenyamanan ibadah puasa, segera laporkan ke kami," tandasnya.

Arif menegaskan siap menindak masyarakat atau kelompok tertentu yang masih nekat melakukan aksi 'sweeping' selama bulan puasa ini. "Artinya tidak boleh ada masyarakat yang main hukum sendiri. Kita akan lakukan penindakan, tindakanya tergantung situasi di lapangan," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Sragen, Tasripin menyampaikan Pemkab Sragen melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga sudah mesnsosialisasikan aturan main tempat usaha dan hiburan malam. Pihaknya meminta agar regulasi tersebut dipatuhi sehingga tidak menimbulkan gejolak bagi masyarakat. "Mari saling menghargai dan menghormati, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Kalau melanggar perda, tentunya menjadi urusan Satpol PP," tambahnya. (Sam)

Tulis Komentar Anda