ASN Boyolali Diimbau Tak Gunakan Elpiji Subsidi

Ilustrasi

BOYOLALI (KRjogja.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai badan usaha pemerintah di Boyolali diimbau untuk menggunakan gas elpiji non-subsidi. Pertamina pun terus melakukan sosialisasi agar masyarakat yang mampu secara ekonomi agar tak menggunakan gas elpiji 3 kg yang bersubsidi.

Sales Eksekutif Elpiji Region IV Pertamina, Adeka Sangtraga Hitapriya, di sela penukaran tabung gas elpiji subsidi 3 kg dengan tabung elpiji non-subsidi 5,5 kg di Kantor PD BPR BKK Boyolali, Rabu (16/5) menjelaskan, di Boyolali sendiri, Pemkab melalui Sekretaris Daerah sudah mengeluarkan Surat Edaran agar seluruh ASN beralih menggunakan elpiji non-subsidi. 

Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh ASN di 19 Kecamatan agar beralih. Diantaranya dengan promo, yakni 2 tabung gas 3 kg ditukar satu tabung gas 5,5 kg dan hanya menambah uang Rp15 ribu, lebih murah dibanding harga normal sebesar Rp65 ribu.

"Di Boyolali, sebanyak 1.000 tabung gas 5,5 kg yang kita sediakan dalam sosialisasi dan sebagian besar saat ini sudah terserap. Jika ada permintaan lagi, kita siapkan," katanya.

Ia berharap, para ASN ini sebagai aparatur negara bisa menjadi contoh kepada masyarakat untuk memanfaatkan elpiji sesuai peruntukannya. Sebab elpiji subsidi sebenarnya hanya diperuntukkan untuk masyarakat miskin dengan penghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan. 

Kabag Perekonomian Sekda Boyolali, Binasih Setyono mengatakan, SE terkait penggunaan elpiji tersebut berlaku kepada sekitar 11 ribu ASN dan pegawai BUMD di seluruh Boyolali dan sepatutnya dipatuhi. Saat ini, beberapa OPD dan BUMD sudah melaksanakan imbauan dari SE dengan penerapan program penggunaan elpiji non-subsidi kepada para ASN. "Saat ini masih kita evaluasi penerapannya. Konsumsi elpiji ini terus kita awasi, sebab termasuk salah satu komponen inflasi," ujar Binasih. 

Dirut Utama PD BPR BKK Boyolali, Teguh Setyono menegaskan, lembaganya saat ini mewajibkan seluruh karyawan, sekitar 180 orang, untuk tak menggunakan gas bersubsidi. Sosialisasi dari Pertamina tersebut pun ia manfaatkan untuk proses peralihan bagi karyawannya, dengan menukar tabung gas 3 kg dengan tabung gas 5,5 kg. "Kita ingin karyawan BPR kami menjadi contoh profil masyarakat yang tak semestinya memanfaatkan elpiji bersubsidi. Kita juga bantu Pertamina dalam distribusi melalui kredit khusus untuk tabung gas," tandasnya. (Gal)

Tulis Komentar Anda