Waspada, Hipertensi Pemicu Kematian Mendadak

Prof. Dr. dr. Suhadjono memberi penjelasan (Istimewa)

JAKARTA, KRJOGJA.com -  Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PABDI) Prof. Dr. dr. Suhadjono, Sp.PD, K-GH, K-Ger, FINASIM  di Jakarta mengatakan dari 10 Orang dewasa usia di atas 25 Tahun alami hipertensi dan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat global. 

"Hampir 1 miliar orang mengalami hipertensi di dunia. Bahkan sekitar 50% dari populasi hipertensi tidak menyadari kondisi mereka,” ujarnya.

Prof Suhadjono menambahkan, dari mereka yang sadar menderita hipertensi, setengahnya tidak mengambil tindakan apa pun untuk mengontrol tekanan darah mereka baik melalui moditikasi gaya hidup ataupun pengobatan. "Berarti 75 persen populasi hipertensi dunia berisiko dan merupakan kandidat potensial untuk penyakit jantung, stroke atau penyakit ginjal atau bahkan kematian mendadak,” pungkasnya.

Selain itu, kata Prof Suhadjono hipertensi adalah penyebab utama kematian dan kecacatan, sehingga diperkirakan 1800 kematian (9,4 juta) dan 162 juta years of life lost dikaitkan dengan hipertensi pada tahun 2010. "Guna mencegah hipertensi sebaiknya mengkonsumsi garam dan minyak  maksimal 1 sendok makan sehari. Sedangkan untuk gula maksimal 4 sendok makan sehari."

Dia menambahkan hipertensi adalah akar dari beragam penyakit seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Salah satu pemicu masalah kesehatan ini adalah konsumsi garam berlebihan. "Ada penelitian yang mengungkap hubungan antara restoran cepat saji dan hipertensi. Alasannya sudah tinggi kalori, tinggi garam. Akhirnya masyarakat obesitas dan larinya ke hipertensi," ujarnya.

Dia menerangkan konsumsi garam tinggi dapat meningkatkan risiko hipertensi, karena sifat garam yang menarik air dalam pembuluh darah. Akibatnya volume darah meningkat sehingga kenaikan tekanan darah tidak terelakkan lagi.

Itu sebabnya, kata Prof Soehardjono, salah satu cara pengelolaan hipertensi bisa dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan asin atau tinggi garam sebesar satu sendok teh atau sekitar 5-6 gram. Selain itu masyarakat juga diimbau untuk rutin mengonsumsi sayur dan buah-buahan, serta melakukan aktivitas fisik dan mengelola stres.

"Mengurangi konsumsi garam bisa dengan memilih makanan yang segar bukan kalengan. Pilih yang tanpa pengawet. Lalu kurangi garam dalam memasak, pakai bumbu lebih banyak. (Ati)

Tulis Komentar Anda