Pemkab Salurkan Dana Santunan Kematian 1.077 Penerima

Sebanyak 1.077 orang ahli waris menerima penyaluran dana santunan kematian. (Foto : Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Perubahan sistem penyaluran dana santunan kematian dilakukan dari manual tunai ke online non tunai melalui rekening masing masing penerima. Ketentuan tersebut dilakukan sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat. Penerapannya dilaksanakan Pemkab Sukoharjo dalam penyaluran dana santunan kematian periode September - Desember 2017 kepada 1.077 orang ahli waris sebesar Rp 3,231 miliar di pendapa Graha Satya Praja (GSP) Rabu (16/05/2018).

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat memimpin kegiatan mengatakan, perubahan aturan dalam penyaluran bantuan dana santunan kematian secara non tunai baru kali pertama dilaksanakan. Hal itu menyusul adanya kebijakan dari pusat berkaitan dengan penyaluran bantuan.

Meski ada perubahan aturan dalam penyaluran bantuan namun para ahli waris tetap mendapatkan haknya sebesar Rp 3 juta. Nilai tersebut sama persis seperti pada pelaksanaan penyaluran santunan kematian tahun sebelumnya.

"Baik tunai maupun non tunai dana santunan kematian tetap diberikan utuh pada ahli waris para penerima. Tidak boleh ada potongan atau pungutan liar (pungli) kalau ada maka jelas ada sanksinya," ujar Wardoyo Wijaya.

Secara teknis dana santunan kematian diberikan dari Pemkab Sukoharjo kepada ahli waris melalui transfer rekening bank. Masing masing ahli waris sudah memiliki rekening bank dan diberikan secara utuh.

Proses pengambilan dilakukan oleh para ahli waris ke bank yang ditunjuk dengan menunjukan buku rekening tabungan. "Apabila dalam pelaksanaan ada kesulitan maka ahli waris akan didampingi Dinas Sosial," lanjutnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Sukoharjo RM Suseno Wijayanto mengatakan, penyaluran dana bantuan dan sistem keuangan daerah sekarang menggunakan non tunai. Dana dikirim ke masing masing rekening sesuai tujuan kegiatan. Hal serupa juga diterapkan dalam penyaluran dana santunan kematian.

Sebelum disalurkan para ahli waris telah membuka rekening bank untuk mendapatkan penyaluran dana santunan kematian. Tidak harus baru, namun apabila ada ahli waris yang sudah memiliki rekening tanungan bank maka bisa digunakan. "Tidak hanya di Sukoharjo saja sebab aturan baru pemerintah menerapkan aturan non tunai," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Sukoharjo Sarmadi mengatakan, ada sebanyak 1.077 orang ahli waris menerima dana santunan kematian periode September - Desember 2017. Mereka tersebar di 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan.

Untuk Kecamatan Weru penerima dana santunan kematian sebanyak 115 orang, Bulu 89 orang, Tawangsari 100 orang, Sukoharjo Kota 76 orang, Mojolaban 88 orang, Bendosari 75 orang, Polokarto 97 orang, Grogol 105 orang, Baki 73 orang, Gatak 73 orang, Kartasura 86 orang dan Kecamatan Nguter 100 orang. (Mam)

Tulis Komentar Anda