Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Rabu, 16 Mei 2018 / 13:10 WIB

Perangi Terorisme, 'Crawling' Kemkominfo Dioptimalkan

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kian mengoptimalkan kerja mesin pengais (crawling) konten negatif. Hal ini dilakukan untuk mengamankan dunia maya dari konten-konten radikalisme dan terorisme.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat ditemui wartawan usai pertemuan dengan penyedia layanan over the top (OTT) Facebook, Telegram, Twitter, dan Google (YouTube) di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurut Rudiantara, kerja mesin crawling bernama Ais ini ditingkatkan menjadi dua jam sekali. Dengan begitu, hasil temuan situs dan URL yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme lebih cepat diatasi.

"Tiap dua jam sekali dilakukan pengaisan menggunakan mesin crawling. Tinggal masukkan keyword khusus, nantinya akan muncul situs-situs yang berkaitan dengan keyword tersebut. Kita sudah menemukan banyak sekali dan segera dilakukan take down," kata pria yang karib disapa Chief RA ini.

Meski sudah memaksimalkan penggunaan mesin crawling konten negatif, Rudiantara mengajak masyarakat untuk melaporkan adanya konten berbau radikalisme dan terorisme yang berseliweran di media sosial.

Hal ini perlu dilakukan sebab mesin crawling tak bisa menjaring konten dan akun radikalisme di media sosial.

"Kalau masyarakat mendapati konten (terkait radikalisme dan terorisme) di media sosial dan layanan berbagi video, walau ada monitoring ada juga yang lolos maka bisa dilaporkan ke aduan konten," kata Rudiantara.

Selain itu, masyarakat juga bisa melakukan tagging atau menandai konten-konten yang dimaksud ke penyedia platform-nya. Hal ini dianggap bisa mempercepat pemberantasan konten radikalisme dan terorisme di media sosial.(*)