Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 16 Mei 2018 / 06:50 WIB

Adisutjipto Gagalkan Penyelundupan Sabu 'Popok'

SLEMAN, KRJOGJA.com - Seorang penumpang pesawat penerbangan AK348 dari Kuala Lumpur menuju Yogyakarta ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Adisucipto Jumat, (4/5/2018) lalu. Penumpang wanita asal Klaten tersebut kedapatan menyelundupkan 562,6 gram narkotika jenis sabu di dalam popok ukuran dewasa yang dipakainya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya mengatakan sebelum penangkapan tim di Adisutjipto sudah mencurigai penumpang yang diketahui bernama Ratna (34), warga Klaten Jawa Tengah. Gerak-gerik yang bersangkutan terlihat tak biasa saat akan menjalani body check sinar X-ray di pintu kedatangan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Benar, petugas melakukan body check dan pelaku berinisial RIP ini menyembunyikan narkotika dibungkus plastik seberat 562,6 gram di dalam popok dewasa yang dipakainya. Saat kami periksa, narkotika itu berbentuk serbuk kristal berwarna putih,” ungkapnya pada wartawan, Selasa (15/5/2018).

Setelah mendapati barang tersebut pihak otoritas keamanan bandara langsung mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium Bea dan Cukai Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah guna diuji. Diketahui kemudian bahwa barang yang dibawa Ratna mengandung methamphetamine dan masuk narkotika golongan I.

"Kami amankan terlebih dahulu pelaku RIP ini dan setelah dipastikan dalam uji laboratorium barang tersebut narkotika jenis sabu, maka kami limpahkan penanganan kasus itu ke Ditresnarkoba (Direktorat Reserse Narkoba) Polda DIY untuk diproses secara hukum,” sambungnya.

Direktur Ditresnarkoba (Dirresnarkoba) Polda DIY, Kombes Pol. Wisnu Widarto menambahkan usai mendapat laporan tersebut pihaknya langsung mendatangi dan menjemput RIP untuk selanjutnya dimintai keterangan. Diketahui kemudian RIP  diminta mengantar barang tersebut kepada Jajad (35), warga Karawang, Jawa Barat.

"Kami pancing RIP untuk bertemu J dan akhirnya keduanya sepakat bertemu di depan Rumah Sakit daerah Klaten. Setelah itu kami tangkap J pada hari Minggu (6/5/2018) sore," terang Dirresnarkoba Polda DIY ini.

Polisi juga berhasil mengorek keterangan J mengaku bahwa dirinya diminta seseorang yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan di Karawang, Jawa Barat untuk mengambil barang haram tersebut. "Dari peengakuan J, dia itu diminta mengambil barang yang dibawa RIP. Yang menyuruh J itu IA, seorang napi narkoba di LP daerah Karawang. Kalau RIP ini dulunya TKW dan ditawari seorang perempuan berinisial S jadi kurir, sudah 3 kali ini dia kirim barang ke Indonesia lewat Bandung dan modusnya sama, untuk sekali mengantar barang RIP dapat Rp 10 juta," tegasnya.

Pengakuan para tersangka sendiri barang haram narkoba didapatkan dari seseorang berisinial KS di Malaysia. Polisi pun terus melakukan pengembangan untuk mendapatkan asal barang tersebut.

Para tersangka yang diamankan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara pun menanti kedua tersangka. (Fxh)