DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 15 Mei 2018 / 22:26 WIB

Umbul Donga Nusantara, Solidaritas Seniman Yogyakarta untuk Surabaya


YOGYA, KRJOGJA.com - Kecaman terus mengalir mengutuk keras terjadinya kasus teror bom di Surabaya. Usai kejadian, tidak sedikit pula elemen masyarakat yang langsung menyelenggarakan aksi solidaritas sebagai ungkapan prihatin sekaligus mendoakan para korban.

Hal serupa juga dilakukan oleh kalangan seniman dan budayawan Yogyakarta. Sebagai bentuk pengekspresian duka cita bagi korban bom di Surabaya, mereka menyelenggarakan pentas bertajuk 'Umbul Donga Kanggo Nusantara: Pentas Solidaritas Seniman Yogya Melawan Kekerasan' di panggung terbuka Taman Budaya Yogyakarta.

Berbagai seniman dan budayawan dari berbagai kalangan turut berpartisipasi tanpa bayaran sepeserpun. Tampak diantaranya grup musik kawakan Sirkus Barock, Sanggar Tari Kinanti Sekar Rahina hingga orasi budaya Imam Aziz hadir di atas panggung. Para seniman itu menyajikan pertunjukkan khusus sebagai ungkapan doa (umbul donga) untuk para korban.

"Acara ini spontan, hanya dipersiapkan satu hari. Semua penampil rela tampil tanpa dibayar dan seluruh kebutuhan acara mulai tempat, sound system, dan dekorasi pun dibantu berbagai kalangan yang peduli," ujar koordinator acara Widihasto Wasana Putra kepada KRjogja.com, Selasa (15/5/2018) malam.

Widihasto menambahkan, melalui kegiatan ini seniman dan budayawan Yogyakarta juga turut menyampaikan lima hal substantif yang harus dilakukan negara sebagai upaya penanggulangan terorisme. Adapun kelima sikap tersebut ialah sebagai berikut,

Pertama, penyempurnaan perangkat perundang-undangan terkait terorisme. Kedua, urgensi peningkatan deteksi dini terhadap peluang kemungkinan serangan terorisme. Ketiga, jerat hukum maksimal bagi residivis terorisme dan pendukungnya. Keempat, gerakan bersama seluruh kalangan untuk menisbikan sekecil apapun tumbuhnya bibit-bibit terorisme, termasuk filter kuat masuknya anasir terorisme dari luar serta menutup semua  ruang penyebaran faham radikal dalam semua sektor dan jenjang kehidupan baik di keluarga, lingkungan, instutusi pendidikan, lembaga pemerintah maupun non pemerintah dan sosial media.

Adapun Kelima, upaya berkelanjutan disemua lini untuk memperkuat tumbuhnya nilai-nilai ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan semangat Merah Putih di tengah masyarakat. (MG-10)