18 'Lulusan' Program Keluarga Harapan, 'Diwisuda' Wabup

Wabup Sutedjo mewisuda KPM PKH yang mengundurkan diri (Foto : Widiastuti)

WATES, KRJOGJA.com - Sebanyak 18 warga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengundurkan diri sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari PKH, diwisuda Wakil Bupati Kulonprogo Drs H Sutedjo sekaligus  Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten, Selasa (15/05/2018), di aula Adikarto (Gedung Kaca). 

Ke-18 orang tersebut mengundurkan diri, karena merasa ada keluarga lain yang lebih membutuhkan. Ini mewakili 632 KPM yang berstatus non eligible (memenuhi syarat sebagai penerima PKH) mampu. 

"Saya terharu terhadap sikap para penerima PKH yang mengundurkan diri ini. Mereka masih memikirkan orang lain, sehingga setelah merasa mampu bersedia mengundurkan diri karena ada yang lebih membutuhkan," ungkap Sutedjo pada peringatan 10 Tahun PKH.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Dinsos P3A) Kulonprogo Drs Eka Pranyata menyatakan, meski program PKH dirancang untuk 5 tahun, namun tiap tiga bulan dilakukan validasi. Hasil evaluasi ada yang dinilai mampu atas secara kesadaran sendiri, ada yang mampu secara penilaian.
 
Berdasarkan data dari Dinas Sosial P3A Kulonprogo, jumlah cakupan PKH tahun 2018 sebanyak 34.259 KPM. Penerima manfaat mendapatkan bantuan tunai bersyarat Rp 500 ribu. Berdasar pemutakhiran data tahap II tahun 2018 sebanyak 10.157 KPM dinyatakan non eligible (tidak memenuhi persyaratan PKH) dan sebanyak 632 KPM yang berstatus non eligible mampu. (Wid)

Tulis Komentar Anda