Olahraga Editor : Ivan Aditya Selasa, 15 Mei 2018 / 19:10 WIB

Permainan Defensif Persiba Sulitkan PSIM

BANTUL, KRJOGJA.com - PSIM sempat kesulitan membongkar pertahanan Persiba Balikpapan dalam laga Selasa (15/05/2018) sore. Strategi bertahan Persiba di 45 menit pertandingan terbukti ampuh menahan serangan tuan rumah yang membawa misi memangkas minus poin.

Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak pun tak menampik anak asuhnya sempat kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama. Lawan yang selalu turun ke bawah saat kehilangan bola membuat anak-anak Laskar Mataram sempat frustasi termasuk seringnya wasit mengcall pelanggaran yang membuat permainan berhenti.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

“Lawan memang banyak berkoordinasi di bawah saat babak pertama, mereka menunggu jadi kami juga kesulitan di 45 menit. Baru di babak kedua kami minta pemain terus menekan dan baru bisa mencetak gol,” ungkapnya usai laga.

Meski begitu, Bona tetap memuji progres anak-anak PSIM hingga akhirnya bisa menyudahi laga dengan skor 2-1 dan memangkas minus poin. “Permainan anak-anak dari hari ke hari terus meningkat dan progres ini luar biasa. Kami dari pelatih mengapresiasi karena mereka berjuang luar biasa sehingga tim menang,” sambungnya lagi.

Sementara pelatih Persiba Wanderley Junior terlihat begitu kesal dengan kepemimpinan wasit M Erfan Efendi yang dirasa banyak merugikan timnya. Keputusan-keputusan yang membuat tuan rumah diuntungkan dirasa membuat rusak pertandingan yang dianggap berjalan menarik.

“PSIM bermain bagus, bersih tapi wasit hari ini merusak pertandingan. Banyak keputusan yang merugikan kami, pelanggaran tidak seharusnya tapi di call dan perpanjangan tiga menit tapi dia hanya kasih satu menit saja, ini merugikan kami,” ungkapnya kesal. (Fxh)