DIY Editor : Agung Purwandono Rabu, 16 Mei 2018 / 01:57 WIB

'Curahan Hati' Moju, Kuda Yatim-Piatu yang Membuat Haru

USAI melalui perjuangan yang melelahkan, Moana, kuda betina berusia 8 tahun itu akhirnya menjemput maut. Meninggalkan bayi yang kemudian dinamakan Moana Junior. 

Nama tersebut dianggap sesuai karena dilihat dari bentuk kepala, kaki, hingga warna tubuhnya persis seperti induknya. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Moju, kini dirawat oleh tiga groomer atau perawat kuda yang ada di Pikatan Stable. Karena sudah tidak memiliki induk, Moju harus terus diperhatikan selama 24 jam. 

Terdapat papan kecil yang menggantung di depan kandang Moju, ketika saya bertanya, Mas Agus menjelaskan bahwa tulisan tersebut adalah curahan perasaannya dan teman-teman groomer lain terhadap kehadiran Moju. Ini tulisan yang ada di papan itu.

Hai Perkenalkan Namaku Moana Junior

Aku lahir di dunia ini dengan selamat berkat pertolongan dokter yang berpengalaman dan berkat para perawat yang senantiasa menunggu hari-hari kelahiranku serta ibu yang berjuang melahirkanku. Tapi Tuhan berkehendak lain. 

Aku mendapat kasih sayang ibu hanya sebentar, maka sayangilah aku doakan aku selalu sehat dan bertumbuh kuat supaya aku dapat mengisi indahnya hari di Pikatan Stable. 

Ibu aku berjanji akan menjadi kuda yang kuat.

Saya dibuatnya menitikan air mata, kata-kata yang terdapat di papan itu sangat tulus dan penuh akan kasih sayang. Moju bayi kuda yang dinantikan kelahirannnya. Ia merupakan kelahiran ke 4 di Pikatan Stable selama 5 tahun terakhir. 

Baca Kisah Sebelumnya : Kisah Kuda Moana, Melahirkan Anak Pertama dan Terakhirnya

Para groomer secara bergantian menjaga Moju, 8 jam pada tiap shiftnya. Mereka harus berada di depan kandang Moju selama 8 jam, berjaga-jaga bila bayi kuda betina itu ingin minum susu. 

Moana Junior tertidur pulas, kondisi fisiknya sempat ngedrop karena tidak mau meminum susu.

Susu yang diberikan adalah susu bayi rendah glukosa untuk mencegahnya diare. Susu diberikan ke Moju dengan menggunakan botol bayi. Tiap dua jam sekali, Moju harus diberikan susu tersebut. 

Ayahnya adalah Donking, seekor kuda poni jantan berumur 30 tahun. Usia yang sangat fantastis bagi seekor kuda. Biasanya kuda hanya dapat mencapai umur maksimal 20an tahun. keadaan Donking sangat menenaskan. Badannya kurus kering tak doyan makan. Tiga hari setelah kelahiran Moju, Don King meninggal karena usia lanjutnya. 

Kondisi Moju sendiri belum stabil, terakhir saya menjenguknya pada Sabtu 12 Mei 2018. Ia berada dalam kondisi drop karena tidak mau meminum susu formula. Padahal itu adalah satu-satunya nutrisi yang bisa ia konsumsi. 

Ia harus disuapi agar mau meminum susu tersebut. Setiap berkunjung menemuinya, saya bersama teman-teman di Unit Berkuda UGM antusias untuk 'ndulang' Moju. Kini kondisinya berbangsur-angsur membaik. 

Ketika saya memberikan susu untuknya, Moju seperti sudah mengerti dan mendekati saya sambil menempelkan hidungnya ke wajah saya, seakaan ingin mencium saya. 

Para groomer memberikan susu formula pada Moana Junior.

Tergerus hati saya saat Mas Agus memasuki kandangnya dan ia terus mengikuti Mas Agus, ia mengira bahwa Mas Agus adalah induknya.  

Para groomer yang ada di Pikatan Stable sangat menyayangi bayi kuda mungil itu, terlebih ia tidak memiliki ibu dan ayah. Mereka berharap para member dan orang-orang yang berkunjung juga turut menyayangi Moju. (Abra Arimagupita Sekarsoca)