DIY Editor : Agung Purwandono Selasa, 15 Mei 2018 / 15:00 WIB

Kisah Kuda Moana, Melahirkan Anak Pertama dan Terakhirnya

MOANA, seekor kuda sandel betina berusia 8 tahun di Pikatan Stable, Banguntapan Bantul melahirkan untuk pertamakalinya. Sekuat tenaga ia akhirnya berhasil melahirkan kuda perempuan yang mirip dengannya. Namun, nasib berkata lain, ia meninggal beberapa jam setelah melahirkan. Selang tiga hari, kuda jantan yang menanam benih di rahimnya juga tiada karena lanjut usia.  

Kisahnya diceritakan oleh Abra Arimagupita Sekarsoca, Reporter KR Academy untuk KRjogja.com

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Minggu malam, 6 Mei 2018 sekitar pukul 18.30 WIB saya dan teman-teman dari Unit Berkuda UGM beres-beres di Pikatan Stable, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Sabtu-Minggu kami memang menyelenggarakan lomba berkuda di tempat tersebut. 

Usai berberes, saya mendapat kabar dari teman-teman bahwa Moana akan melahirkan. Moana adalah kuda betina jenis sandel berumur 8 tahun. Ini merupakan pengalaman pertama Moana melahirkan. 

Secara umum, kuda mulai siap kawin usia 3 tahun. Pasangan Moana adalah kuda poni bernama Don King yang sudah berusia lanjut, 30 tahun. 

Mendengar Moana akan melahirkan, secepat kilat saya mengajak teman saya untuk melihatnya. Karena saya belum pernah melihat secara langung proses kuda melahirkan. 

Beberapa dari kami tidak terlalu tertarik dengan fenomena ini dan mereka juga sudah sangat letih akibat bertanding sekaligus menjadi panitia dalam perlombaan. Sehingga mereka memutuskan untuk pulang. Namun tidak dengan saya, Reza, dan Dika. 

Hanya kami bertiga yang tersisa. Kami sedikit banyak membantu dan bertanya ini itu mengenai kuda yang melahirkan. Namun hingga pukul 21.00 WIB, Moana tak juga melahirkan. Kami akhirnya pulang.

Tak lama setelah sampai di rumah, saya mendengar Moana akhirnya melahirkan. Ada rasa sesal karena Moana melahirkan pukul 21.40 WIB disaat kami sudah pulang.
 
Bayi kuda itu itu lahir pada Minggu, 6 Mei 2018 pukul 21.41 WIB. Ia terlahir dengan sehat setelah melalui perjuangan panjang ibunya. Namun naas, nasib berkata lain. Ibunya tak mampu terselamatkan. 

Moana, meninggal usai kelelahan hebat akibat melahirkan anak pertama dan terakhirnya. Ia hamil di usia 8 tahun, usia yang sebenarnya sudah matang untuk kuda betina melahirkan.  

Kronologi Moana Melahirkan

Tanda-tanda Moana akan melahirkan  terlihat sejak  pukul 15.00 WIB, namun kontraksi hebat dimulai pukul 6 sore. Saat itu, Kepala Groomer (perawat kuda), Agus Tri dengan sigap segera menelfon dokter hewan untuk memintanya membantu persalinan Moana.

Sambil menunggu tim dokter datang. Mas Agus, begitu kami menyapanya mengintruksikan para groomer untuk menyiapkan alat-alat seperti iodin, kapas cutter, alkohol, gloves steril, dan kotak P3K. 

Ia paham betul mengenai penanganan kuda saat hendak melahirkan. Ketika ku tanyakan mengenai hal ini ternyata ia mengaku bahwa ia memiliki beberapa pengalaman dalam membantu kuda melahirkan. “Ca, kamu harus lihat pas bayi kudanya udah lahir dan dijilatin induknya. Itu momen yang selalu bikin aku nangis, ”tuturnya padaku. 

Saya yang berada saat itu kebingungan melihat tingkah Moana, apakah seharusnya kuda melahirkan seperti itu? Mengapa bayinya tak kunjung keluar? Tindakan medis apa yang perlu diberikan untuk Moana? 

Banyak pertanyaan terlontar dari mulut saya yang mengakibatkan saya di tegur oleh Mas Agus. “Kuda itu kalo melahirkan biasanya di malam hari di tempat yang sepi, kalo kamu tanya terus ga jadi sepi dong tempatnya,” tegurnya. 

Seperti halnya manusia, kuda juga memiliki istilah ‘bukaan’ saat melahirkan. Moana telah kelelahan bahkan sebelum ia mengalami ‘bukaan’. 

Tak ada tanda yang aneh sebelum Moana melahirkan, ia makan dengan teratur dan tidak ada tanda-tanda sakit. Sehingga cukup mengejutkan ketika Moana terlihat tidak kuat Beberpa kali ia mencoba untuk berdiri namun tak mampu.

Ia berusaha sekuat tenaga untuk ‘ngeden’ namun gagal juga. Melihat hal ini, tim dokter yang terdiri dari drh Dinar Arifianto, MSc (33th) dan drh Muhammad Tisnanto Herdian (25th) segera menyuntikkan ATP Penguat Otot dan Daya Tahan Tubuh.

Beberapa tetesan darah mengucur saat itu di lehernya. Saya, para groomer dan dokter yang ada saat itu memberikan semangat untuk Moana. “Ayo Mo, bisa Mo” seru kami yang membantu persalinan itu.  Sesaat kemudian, Moana telah lebih mampu untuk ‘ngeden’. 

Persalinan yang diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama ternyata hanya sebentar. Bayinya lahir pukul 21.41 WIB. Persalinan Moana memang berjalan lancar, namun tidak setelahnya. 

Tenaga Moana terkuras habis saat melahiran bayi kecilnya. Pukul 6 pagi, Moana mencoba untuk kembali berdiri, kali ini ia mampu berdiri walaupun dengan kaki gemetar kemudian ambruk. 

Tak lama setelahnya, keringat dingin mulai keluar dari tubuh Moana. Hal yang sangat tak wajar untuk kuda setelah melahirkan. Bibir, lidah, langit-langit mulut Moana berubah menjadi pucat disusul dengan kejang sebelum ia meninggal.

Pukul 7 pagi, Moana dinyatakan meninggal. Bayi mungil itu hanya sempat merasakan kasih sayang induknya sebentar saja. Saat pemakamannya dilakukan, bayi itu pun hanya mampu mlihat ibunya tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. (Abra Arimagupita Sekarsoca)