Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Selasa, 15 Mei 2018 / 14:10 WIB

Kaki Pelaku Ditembak, Residivis Pencurian Masjid Lintas Provinsi Ditangkap

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Ags (35) warga Dukuh Bendungan, Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten seorang residivis pencurian spesialis dengan sasaran masjid lintas provinsi berhasil ditangkap petugas Polsek Sukoharjo Kota. Dalam proses penangkapan pelaku terpaksa ditembak oleh petugas pada bagian kaki kanan karena melarikan diri.

Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto, Selasa (15/5/2018) mengatakan, ulah pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat karena melakukan aksi pencurian dengan sasaran masjid. Puluhan barang milik masjid salah satunya seperti puluhan mic. Hasil pencurian dijual pelaku dengan harga murah kesejumlah pihak.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Pelaku melakukan aksi pencurian salah satunya pada 17 April sekitar pukul 10.00 WIB di Masjid AT Taqwa di Kampung Wungusari RT 2 RW 6 Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota. Kronologis kejadian diketahui saat pengurus masjid Husein sedang membersihkan masjid. Saat itu Husein berpapasan dengan pelaku Ags dan tidak menaruh curiga.

Sekitar pukul 11.00 WIB yang sebelumnya berada di lantai II kemudian turun dan melihat dua buah mic di atas mimbar dan samping mimbar sudah tidak ada ditempat. Husein disaat bersamaan juga tidak melihat pelaku di dalam masjid.

Husein kemudian membuka rekaman kamera CCTV yang terpasang di lingkungan masjid dan diketahui aksi pelaku. Dalam rekaman juga diketahui pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Z nopol AD 2649 DEC. Kasus tersebut langsung dilaporkan ke petugas Polsek Sukoharjo Kota.

Hasil penyelidikan petugas diketahui pelaku merupakan Ags warga Bendungan, Gunting, Wonosari, Klaten. Pelaku diketahui sudah tiga kali menjalani hukuman kurungan penjara dalam kasus pencurian mic di masjid di Klaten pada tahun 2012, di Karanganyar tahun 2013 dan di Sukoharjo tahun 2016. Pelaku kembali ditangkap pada kasus serupa pencurian mic di Sukoharjo pada tahun 2018.

Setelah mengetahui identitas pelaku polisi langsung melakukan pengejaran penangkapan. Pelaku diketahui tidak tinggal sesuai alamat isterinya di Bendungan, Gunting, Wonosari, Klaten namun kos di Gambiran, Cemani, Grogol, Sukoharjo. Saat dicari ditempat kos pelaku tidak ada dan ternyata sedang pulang kampung ke Bojonegoro, Jawa Timur.

Penangkapan terhadap pelaku berhasil dilakukan petugas Polsek Sukoharjo Kota pada 7 Mei sekitar pukul 10.00 WIB. Pelaku Ags ditangkap usai turun dari bus di Terminal Tertonadi, Kota Solo. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Sukoharjo Kota untuk pemeriksaan.

Pelaku juga dibawa ke rumahnya untuk mencari barang bukti berupa mic. Saat itu kondisi pelaku sudah dalam keadaan diborgol petugas dan nekad melarikan diri. Petugas akhirnya melumpuhkan pelaku dengan cara menembak kaki bagian kanan.

"Ada lima masjid di wilayah hukum Polsek Sukoharjo Kota. Ada puluhan mic dicuri pelaku. Bahkan dari pengakuan pelaku juga mencuri disejumlah masjid di Jawa Timur sebanyak 30 mic," ujar AKP Parwanto.

Dalam pemeriksaan diketahui pelaku Ags mengaku menjual mic hasil curian dengan harga murah Rp 50 ribu perunit. Penjualan dilakukan secara online melalui media sosial.

"Pelaku dijerat Pasal 362 KUHP Jo 65 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal selama empat tahun penjara," lanjutnya.

Sementara itu Ags saat gelar perkara dihadapan Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto di Mapolsek Sukoharjo Kota mengaku sudah berulang kali mencuri mic disejumlah masjid. Aksi dilakukan tidak hanya di Sukoharjo saja namun sejumlah daerah di Solo Raya.

"Mic hasil curian saya jual murah lewat media sosial agar lebih cepat laku," ujarnya.(Mam)