Hiburan Editor : Danar Widiyanto Selasa, 15 Mei 2018 / 13:20 WIB

Foto Karya Fotka053 UMY Manjakan Pengunjung Pasar Digital Banyunibo

SEMAKIN meningkatnya pegiat dan penikmat fotografi di Yogyakarta mendorong Fotografi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan FOTKA053 untuk kedua kalinya mengadakan pagelaran pameran pendidikan dasar (diksar) di ruang publik. Jika  pagelaran pameran diksar di ruang publik yang digelar pertama kali adalah di KA Pramek tujuan Yogyakarta – Solo dan Solo – Yogyakarta, maka pameran diksar kali ini digelar di Lobby Fisipol Kampus UMY dan Destinasi Digital Pasar Banyunibo.

“Destinasi Digital Pasar Banyunibo dipilih sebagai lokasi digelarnya pameran diksar hari ke-tiga adalah karena konsep pasar yang berada diluar ruangan dan sesuai dengan konten-konten pada foto yang di pamerkan. Selain itu, keberadaan Candi Ijo yang berada tepat di depan pasar, menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang,” tegas Taufik Alfianto selaku Presiden Fotka053.

Pameran diksar ini dilaksanakan pada 11-13 Mei 2018. Pameran diksar yang bertajuk 'Wolu' dan bertemakan 'Garis  Imaginer Yogyakarta' diikuti oleh 23 pameris dengan 24 karya. Pameran diksar kali ini didukung langsung oleh Kementerian Pariwisata melalui Pesona Indonesia.

“Kami mengangkat tema garis imaginer yogyakrta karena kami ingin menunjukan kepada siapa saja yang berada di Yogyakarta baik itu warga asli, pendatang, maupun wisatawan bahwa Yogyakarta tidak hanya tentang Tugu dan Malioboro. Akan tetapi ada gunung Merapi, Keraton, Panggung Krapyak, dan Pantai Parangkusumo yang mana jika ditarik dengan sebuah garis maka akan membentuk sebuah garis lurus yang disebut dengan garis imaginer Yogyakarta,” ungkap Bagas Prawira selaku ketua panitia.

Condroyono seorang pemerhati pariwisata Yogyakarta dan mengerti betul tentang garis imaginer Yogyakarta turut menghadiri pameran diksar hari ketiga di Destinasi Pasar Digital. Condroyono mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, foto-foto yang ditampilkan sudah sangat bagus, hanya saja semua foto yang ditampilkan mengutamakan keindahan. Menurutnya akan lebih mengena jika teman-teman Fotka berani mengkritik pihak yang berwenang melalui visual yang ditampilkan. Misalnya, kabel-kabel berserakan di kawasan Tugu yang mengganggu keindahan Tugu tersebut.(*)