Seru! Pemain Top Dunia Bakal Bertarung di Blibli Indonesia Open

Foto: Istimewa

JAKARTA,KRjogja.com - Pertandingan bulutangkis paling bergengsi Blibli Indonesia Open kembali bakal digelar. Pertandingan yang berhadiah total 1.250.000 dolar AS atau sekitar Rp 17 miliar itun akan dilangsungkan 3-8 Juli mendatang di Istora Senayan, Jakarta. 

Menurut Wiranto, Ketua Umum PP. PBSI, pertarungan kali ini akan lebih menarik. Karena diikuti pemain peringkat 32 dunia. Sehingga hampir semua pemain terbaik dunia akan tampil di pertandingan tersebut.

Diakuinya, ketatnya persaingan di Blibli Indonesia Open, membuatnya hanya menargetkan 1 gelar juara. Sebab tahun lalu, Indonesia juga hanya meraih satu gelar juara melalui ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliana Natsir. " Itu target realistis, tapi kalau bisa ya kita sabet semua nomor," kata Wiranto. 

Terkait masalah teror bom yang mengguncang Surabaya, Wiranto menegaskan hal itu tidak akan menghalangi penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis Blibli Indonesia Open. 

"Soal keamanan kita serahkan pada aparat keamanan yang menanganinya. Masyarakat tidak perlu panik, tenang saja, semuanya akan ditangani secara terukur," kata Wiranto. 

Hal sama juga diungkapkan A. Budiarto. Untuk itu diakuinya sektor keamanan akan menjadi priortas, sehingga penonton yang menyaksikan pertandingan di Istora Senayan, bisa aman. 

Susi Susanti, Ketua Bidang Pembinaan PBSI, juga berharap semuanya berjalan lancar dan aman. Sehingga target satu gelar juara bisa diraih pemain Indonesia. "kami tidak membebankan target itu pada pemain nomor tertentu. Semuanya memiliki peluang samaeraih juara," ujar Susi. 

Mengenai isu teror bom bunuh diri itu juga membuat panitia penyelenggara pertandingan olahraga lainnya juga mawas diri, termasuk panitia penyelenggara Asian Games yang pelaksanaannya kurang dari 100 hari itu. 

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto memastikan pengamanan untuk pelaksanaan Asian Games 2018 akan ditingkatkan. Menurut Setyo, peningkatan keamanan tak hanya mencakup tiga wilayah pelaksana Asian Games, melainkan juga seluruh wilayah lainnya di Indonesia.

"Pak Kapolri (Jenderal Polisi Tito Karnavian) sudah memerintahkan seluruh jajaran, baik yang menjadi lokasi Asian Games maupun yang tidak, tetap untuk meningkatkan keamanan," kata Setyo.

Menurut Setyo, langkah itu dilakukan demi menjaga kondusivitas pelaksanaan Asian Games. Di sisi lain, masyarakat juga bisa menjalankan aktivitas kesehariannya dengan tenang tanpa rasa takut."Sehingga, semuanya bisa berlangsung dengan baik," kata dia.

Dalam waktu dekat, Polri juga akan fokus memperketat keamanan jelang bulan Ramadhan, perayaan Waisak dan hari Lebaran.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini perhelatan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang aman dari ancaman teroris.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc) yang juga Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI) Erick Thohir mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi aksi teror saat Asian Games 2018 digelar.

"Kemarin kami sudah koordinasi dengan badan antiteror, Pak Suhardi Alius (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), di mana kami akan buat desk khusus, desk intelijen, supaya bersinergi dengan hal-hal lainnya," ujarnya. (sim)

Tulis Komentar Anda