Risiko Osteoporosis pada Pria Bisa Meningkat Karena Ini

Foto: Okezone

OSTEOPOROSIS selalu dianggap sebagai penyakit wanita oleh kebanyakan pria. Tetapi ternyata pria lebih rentan terkena patah tulang karena osteoporosis daripada terkena kanker prostat.

Dilansir dari Boldsky, pria lebih rentan terkena karena gaya hidup dan kebiasaan mereka dan hanya sedikit yang bisa mengenali masalah ini sebelum terjadi patah tulang.

Osteoporosis adalah penyakit pendiam yang sulit dideteksi. Karena pria memiliki kerangka yang lebih besar, keropos tulang akan mulai terjadi pada tingkat yang jauh lebih lambat, karena pria tidak memiliki perubahan hormonal yang cepat. Tingkat kehilangan pada pria di usia 50-an jauh lebih rendah dibandingkan dengan wanita pada usia yang sama karena mereka mengalami menopause. Tapi pada usia 65-70 tahun keduanya memiliki tingkat keropos tulang yang sama.


Perlu Anda ketahui ada 2 Jenis Utama Osteoporosis:

1. Osteoporosis Primer: Untuk pria berusia di atas 70 tahun, kondisi ini disebut Senile Osteoporosis dan alasan utamanya disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan usia dan keropos tulang. Untuk pria di bawah usia 70 tahun, istilah yang digunakan adalah Osteoporosis idiopatik.

2. Osteoporosis Sekunder: Hilangnya massa tulang disebabkan karena perilaku gaya hidup tertentu. Alasan paling umum adalah karena mengonsumsi alkohol berlebih, merokok, kurang olah raga dan penyakit gastrointestinal.

Berikut adalah beberapa penyebab utama meningkatnya Osteoporosis pada pria:

Umur

Usia adalah faktor terbesar pada pria saat memiliki penyakit. Setelah usia 50 tahun, pria kehilangan kepadatan tulang mereka dengan laju sekitar 0,5 hingga 1% setiap tahun. Ini terjadi karena tubuh tidak dapat membangun kembali tulang dengan kecepatan yang sama seperti sebelum usia 50 tahun.

Ini terjadi karena hilangnya testosteron, karena sejumlah kecil estrogen juga diproduksi, yang diperlukan untuk menyeimbangkan pembentukan tulang dan reabsorpsi tulang.

Kekurangan Kalsium Dan Vitamin D

Kedua hal ini memainkan peran integral dalam kesehatan tulang. Vitamin D membantu menyerap makanan yang kita makan dan kalsium sangat penting untuk membangun tulang lebih kuat dan membuatnya kurang rentan terhadap patah tulang. Produk susu dan susu adalah sumber kalsium terbaik karena rata-rata manusia di atas 50 membutuhkan sekitar 1000 mg kalsium setiap hari.

Dan Vitamin D secara otomatis diserap oleh tubuh saat terkena sinar matahari. Seseorang dapat mengonsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan ini tetapi berhati-hatilah untuk tidak mengonsumsi lebih dari 500 mg kalsium sekaligus, jika tidak tubuh tidak dapat menerimanya.

Tidak Berolahraga

Tidak berolahraga dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari untuk menjaga tulang Anda kuat. Cobalah joging, berlari, atau olahraga lainnya.

Alkohol Berlebihan

Mengonsumsi alkohol yang berlebihan dapat mempercepat proses pengeroposan tulang dan juga dapat mempengaruhi hati Anda. Orang yang mengonsumsi alkohol setiap hari harus mencoba untuk mengurangi atau harus membatasi diri tidak lebih dari 2 gelas sehari.

Merokok

Konsumsi tembakau secara langsung terkait dengan penipisan tulang, karena perokok kurang aktif secara fisik daripada non-perokok, sehingga secara langsung mempengaruhi tulang mereka.

Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Obat-obatan untuk masalah seperti depresi, diabetes, rheumatoid arthritis, kanker, jantung dan juga steroid bisa berpengaruh sebagai alasan untuk keropos tulang. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan ini, cobalah untuk berolahraga lebih banyak dan konsumsi steroid serta obat luka bakar juga harus dihentikan.

Yang boleh dilakukan saat pengobatan Osteoporosis

1) Menyeimbangkan Latihan: Berdiri dengan satu kaki sambil memegang bar dengan tangan yang berlawanan. Lakukan ini tidak lebih dari 15 detik dan ulangi ini dengan kaki yang lain. Lakukan setidaknya 10 repetisi setiap hari. Untuk membuatnya sedikit sulit, cobalah untuk berdiri di at

2) Berjalan Heel to Toe: Cobalah untuk berjalan perlahan menempatkan satu kaki tepat di depan yang lain, tumit hingga ujung kaki. Anda dapat mengambil dukungan dari seseorang atau bar. Lakukan ini selama 100 meter setiap hari.

3) Angkat kaki: Berdiri dengan satu kaki dan angkat kaki Anda yang lain ke samping. Tahan selama 10 detik dan ganti kaki. Ulangi kegiatan ini setiap hari.

4) Spine Lurus: Pegang tulang punggung Anda lurus sambil melakukan latihan dan sambil duduk. Lebih baik dilakukan karena meningkatkan kekuatan.

 Baca juga: Gagal Fokus! Keseksian Pria Ini Tutupi Keberhasilannya Menangkap Hiu Martil

Tidak boleh dilakukan saat pengobatan Osteoporosis:

1) Hindari bergerak terlalu cepat dan hindari berolahraga yang membuat Anda membungkuk ke depan atau ke belakang. Ini bisa meningkatkan risiko fraktur vertebra.

2) Jangan angkat beban di atas 5-6 kg sekaligus dan cobalah untuk tidak mengulanginya.

3) Hindari olahraga atau kegiatan yang mungkin memiliki peluang Anda jatuh, karena dapat menyebabkan patah tulang. Aktivitas seperti melompat, bersepeda juga harus dihindari.

4) Selalu pastikan Anda memiliki semacam dukungan yang dapat Anda gunakan jika Anda kehilangan keseimbangan. Juga, jangan mengunci lutut Anda, karena Anda mungkin kehilangan keseimbangan.

5) Jangan pernah berolahraga sendiri, selalu bawa seseorang jika Anda membutuhkan bantuan. (*)

Tulis Komentar Anda